3 Fakta Pimpinan Khilafatul Muslimin Divonis 10 Tahun Penjara

ADVERTISEMENT

3 Fakta Pimpinan Khilafatul Muslimin Divonis 10 Tahun Penjara

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Jan 2023 05:58 WIB
Pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja dkk diserahkan ke kejaksaan hai ini, Senin 3 Oktober 2022.
Abdul Qadir Hasan Baraja dititikan di Rutan Jakvar. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Abdul Qadir Hasan Baraja, pimpinan Khilafatul Muslimin dinyatakan bersalah atas penyebaran paham yang bertentangan dengan Pancasila. Abdul Qadir Hasan Baraja divonis 10 tahun penjara atas pelanggaran pidana tersebut.

Kasus ini mengemuka setelah ramai di media sosial adanya konvoi pengendara moto yang membawa poster bertuliskan 'Kebangkitan Khilafah Islamiyah' di Cakung, Jakarta Timur, pada 29 Mei 2022. Tak hanya di Jakarta, konvoi 'Khilafah Islamiyah' ini juga tersebar di beberapa daerah, seperti di Brebes, Jawa Tengah, Cimahi dan Cirebon, Jawa Barat, hingga Surabaya, Jawa Timur.

Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kombes Hengki Haryadi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja, di kantor pusat Khilafatul Muslimin yang beralamat di Jalan WR Supratman, Bumi Waras, Teluk Betung, Bandar Lampung, pada Sabtu (11/6/2022).

Polisi juga melakukan penggeledahan di kantor pusat Khilafatul Muslimin tersebut. Sejumlah barang bukti diamankan polisi dari lokasi, di antaranya brankas berisi uang miliaran hingga buletin yang digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan doktrin 'Khilafatul Muslimin'.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut Khilafatul Muslimin membuat negara dalam negara. Khilafatul Muslimin memiliki ribuan anggota yang tersebar se-Indonesia, membangun struktur pemerintahan sendiri .

Pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja, ditangkap Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Lampung. Abdul Qadir akhirnya tiba di Polda Metro Jaya sore ini.Pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja, ditangkap Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Lampung. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

"Senyatanya ormas ini telah membangun struktur pemerintahan, membangun suatu sistem kewarganegaraan dan susunan kemasyarakakatan, sistem pendidikan, sistem pertukaran barang dan jasa, yang keseluruhannya mengerucut pada adanya situasi yang menunjukkan adanya negara dalam negara," kata Fadil dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (16/6/2022).

Khilafatul Muslimin menerbitkan nomor induk warga (NIW) sebagai pengganti e-KTP atas puluhan ribu anggotanya. Ormas Khilafatul Muslimin mendirikan sekolah sendiri dengan pendidikan setara sekolah dasar (SD) hanya 3 tahun saja.

Organisasi ini dikomandoi oleh pengurus mantan napi terorisme antara lain jaringan Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Negara Islam Indonesia (NII).

"Dari struktur kepengurusan itu banyak di antaranya eks napiter, apakah itu JI, JAD, NII," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Kamis (16/6/2022)

Baca di halaman selanjutnya: vonis Abdul Qadir Hasan Baraja....

Simak juga Video: Ikrar Setia NKRI, Khilafatul Muslimin Majalengka Resmi Bubar!

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT