Curhat Sambo Dulu Hidup Terhormat Kini Sekejap Jadi Gelap

ADVERTISEMENT

Curhat Sambo Dulu Hidup Terhormat Kini Sekejap Jadi Gelap

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 25 Jan 2023 07:00 WIB
Jakarta -

Terdakwa Ferdy Sambo meratapi nasibnya di balik jeruji rumah tahanan. Mantan Kadiv Humas Polri itu mengaku tak pernah membayangkan hidupnya sekejap menjadi gelap usai kasus pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat.

Hal itu disampaikan Ferdy Sambo dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023) dengan agenda pembacaan pleidoi. Sambo mengatakan telah 165 di dalam tahanan.

"Hari ini tepat 165 hari saya berada dalam tahanan untuk menjalani pemeriksaan perkara ini. Berada dalam tahanan berarti kehilangan kemerdekaan dalam hidup sebagai manusia yang selama ini saya nikmati, jauh dari berbagai fasilitas, kehilangan kehangatan keluarga, sahabat dan handai tolan," kata Sambo saat membacakan pleidoi di PN Jaksel, Selasa (24/1).

Sambo merasa hidupnya yang dulu bahagia, kini menjadi suram. Semua kebahagiaan itu, kata Sambo, sungguh telah sirna.

"Semua hakikat kebahagiaan dalam kehidupan manusia yang sebelumnya saya rasakan sungguh telah sirna berganti menjadi suram, sepi, dan gelap," ucap Sambo.

Selama di dalam tahanan, Ferdy Sambo mengaku sering merenung. Dia tidak membayangkan hidupnya yang dulu terhormat kini terperosok nestapa.

"Di dalam jeruji tahanan yang sempit saya terus merenungi betapa rapuhnya kehidupan saya sebagai manusia, tak pernah terbayangkan jika sebelumnya kehidupan saya yang begitu terhormat dalam sekejap terperosok dalam nestapa dan kesulitan yang tidak terperikan. Demikianlah penyesalan kerap tiba belakangan, tertinggal oleh amarah dan murka yang mendahului," tutur Sambo.

Sambo Curhat Soal Tuduhan LGBT

Dalam sidang ini, Ferdy Sambo juga curhat tentang dirinya difitnah usai terlibat kasus pembunuhan Yosua Hutabarat. Sambo merasa mendapat beragam tuduhan.

"Sejak awal saya ditempatkan sebagai terperiksa dalam perkara ini, beragam tuduhan telah disebarluaskan di media dan masyarakat, seolah saya adalah penjahat terbesar sepanjang sejarah manusia. Saya telah dituduh secara sadis melakukan penyiksaan terhadap almarhum Yosua sejak dari Magelang, begitu juga tudingan sebagai bandar narkoba dan judi, melakukan perselingkuhan dan menikah siri dengan banyak perempuan, perselingkuhan istri saya dengan Kuat, melakukan LGBT, memiliki bunker yang penuh dengan uang, sampai dengan penempatan uang ratusan triliun dalam rekening atas nama Yosua," ujar Sambo.

Baca selengkapnya pada halaman berikut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT