Langkah DKI Urai Kemacetan Pakai Kecerdasan Buatan

ADVERTISEMENT

Langkah DKI Urai Kemacetan Pakai Kecerdasan Buatan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 22:11 WIB
Arus Lalin Seputaran Gambir-Istiqlal terpantau macet menjelang Aksi 411, Jakarta, Jumat (4/11/2022) pukul 11.00 WIB.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta akan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk mengurai kemacetan. Teknologi AI itu akan diterapkan untuk menyesuaikan pengaturan lampu lalu lintas (traffic light).

Pemprov DKI memang akan fokus mengatasi macet mulai 2023. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Rolandi Cesnanta Brata, menyampaikan untuk kegiatan prioritas dalam penanganan kemacetan, di antaranya untuk pembangunan infrastruktur pengurai kemacetan, seperti MRT dan LRT.

APBD DKI Jakarta 2023 juga telah disahkan sebesar Rp 83,78 triliun. Anggaran itu akan difokuskan pada 3 program prioritas.

"Difokuskan pada 3 program prioritas dengan alokasi sebesar 41,27% APBD melalui belanja dan penyertaan modal daerah, yaitu pengendalian banjir, penanganan kemacetan, dan antisipasi dampak penurunan pertumbuhan ekonomi," kata Michael.

Urai Macet Pakai Teknologi AI

Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Emanuel Kristanto mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Google Indonesia mewujudkan teknologi artificial intelligence (AI).

"Benar. Kami tengah bekerja sama dengan Google Indonesia untuk optimasi traffic light di persimpangan," kata Emmanuel saat dikonfirmasi, Jumat (9/12/2022).

Emmanuel menerangkan nantinya teknologi AI akan menganalisis volume lalu lintas di persimpangan. Setelah itu, teknologi tersebut akan merekomendasikan durasi lampu hijau yang paling optimal di masing-masing jalur di persimpangan.

"Secara garis besar Google akan menggunakan teknologi AI mereka untuk menganalisa volume lalin di persimpangan dan merekomendasikan waktu nyala hijau yang optimal di masing-masing kaki persimpangan," katanya.

Data tersebut kemudian dikirimkan ke Dishub DKI Jakarta dan selanjutnya, ditindaklanjuti di lapangan. Melalui teknologi ini, diharapkan lampu lalu lintas akan menyesuaikan ruas jalan yang perlu diberi durasi lebih panjang lampu hijaunya menyala sehingga kepadatan volume kendaraan dapat terurai.

"Data dikirim ke Dishub dan kita aplikasikan di lapangan," imbuhnya.

Sebagai informasi, proyek ini rencananya akan dimulai pada 2023. Kedua pihak, yakni Google Indonesia dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, telah menandatangani nota kesepahaman pada November lalu dengan nama proyek Green Light.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT