Dinas LH DKI: Kawasan Marunda Tak Mungkin Bersih 100% dari Debu Batu Bara

ADVERTISEMENT

Dinas LH DKI: Kawasan Marunda Tak Mungkin Bersih 100% dari Debu Batu Bara

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 18:24 WIB
Debu Batu Bara Cemari Rusun Marunda Lagi (dok.ist)
Debu batu bara mencemari Rusun Marunda lagi (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan kawasan Marunda, Jakarta Utara, tak bisa bersih sepenuhnya dari cemaran abu batu bara. Pasalnya, kawasan tersebut dikepung industri yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya.

"Kami Dinas LH sedang meletakkan SPKU, stasiun pemantau kualitas udara di Marunda, sehingga kita memantau industri di sana yang masih menggunakan batu bara. Tapi memang, karena kawasan industri, tidak mungkin bersih 100 persen dari batu bara," kata Asep kepada wartawan, Jumat (9/12/2022).

Sejauh ini pihaknya telah memasang stasiun pemantauan kualitas udara (SPKLU) di sekitar kawasan Marunda. Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, terjadi pengurangan intensitas abu batu bara sejak PT KCN berhenti beroperasi.

"Memang masih ada batu bara yang ke rusun, tetapi memang dengan kuantitas yang lebih berkurang dibandingkan KCN. Nah, ini yang kita pantau," tambah dia.

Selain itu, pihaknya telah meninjau sejumlah pabrik yang menggunakan batu bara serta melakukan pengujian kadar emisi. Hasilnya, empat perusahaan masih mengeluarkan abu batu bara dari cerobong asapnya, namun kadar emisinya cenderung rendah. Menurutnya, bisa saja abu batu bara itu tertiup angin sehingga memasuki permukiman warga.

"Kami sudah uji kadar emisinya, tapi masih bagus secara emisi, tapi secara abu terbangnya sedikit banyak yang terbang dan mungkin itu yang akhirnya terbawa angin dan sampai ke rusun. Kalau bicara angin, kan yang bisa bawa debu kan itu angin. Kalau angin ke rusun, ya pasti masuk ke rusun, ya jadi memang kejadiannya seperti itu," jelasnya.

Diketahui debu batu bara kembali mencemari Rusun Marunda, Jakarta Utara. Warga mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI membentuk tim investigasi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara terkait adanya pencemaran yang terjadi dan kami juga dalam beberapa kesempatan meminta pihak pejabat terkait untuk menginvestigasi," kata Ketua Forum Masyarakat Rusun Marunda (FMRM) Didi Suwandi dalam keterangannya, Selasa (15/11).

"Maka kami berharap Bapak Gubernur DKI Jakarta untuk segera berkoordinasi dengan KLHK, Kemenhub, dan pihak KBN agar membentuk tim gabungan untuk investigasi pencemaran debu batu bara atau lainnya yang kerap terjadi pasca-pencabutan izin usaha PT Karya Citra Nusantara," sambungnya.

(taa/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT