Roy Suryo Ungkap Alasan Posting Meme Stupa Borobudur: Niat Saya Baik

ADVERTISEMENT

Roy Suryo Ungkap Alasan Posting Meme Stupa Borobudur: Niat Saya Baik

Silvia Ng - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 19:22 WIB
Terdakwa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menjalani sidang perdana yang berlangsung secara daring di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jakarta, Rabu (12/10/2022). Roy Suryo menjalani sidang kasus dugaan penistaan agama terkait unggahan meme stupa Candi Borobudur berwajah mirip Presiden Joko Widodo dengan agenda pembacaan dakwaan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Jakarta -

Terdakwa kasus penistaan agama dan ujaran kebencian Roy Suryo membeberkan alasannya memposting meme stupa Borobudur. Dia mengaku memiliki niat baik mengunggah meme tersebut.

"Soal kemungkinan (golongan tertentu merasa tersudutkan) bergantung persepsi orang yang melihat. Saya tidak mungkin membaca pikiran orang. Niat saya baik," kata Roy Suryo dalam persidangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jumat (8/12/2022).

"Saya simpati. Jadi karena niat itu, saya simpati terhadap umat Buddha. Jadi mispersepsi ini berbahaya, orang-orang yang kemudian melakukan memelesetkan, mengkhianati, memfitnah, itu yang saya sesali," sambungnya.

Roy menyatakan bersimpati terhadap umat Buddha. Bahkan, lanjut dia, karena merasa ikut 'memiliki' Candi Borobudur, dia pun berinisiatif menyuarakan rencana kenaikan harga itu.

"Terdakwa tahu nggak patung stupa yang ada di Candi Borobudur itu dianggap suci oleh umat Buddha?" tanya jaksa kepada terdakwa.

"Sepanjang yang saya hanya tahu dari agama saya, kita tidak menyembah patung, dan saya tahu dari teman teman saya yang umat Buddha, mereka tidak menyembah patungnya, Buddha itu ada di hati mereka," jawab Roy.

Roy lalu menjelaskan mengumpulkan bukti-bukti ketiga akun yang mengunggah meme stupa Borobudur itu untuk diserahkan ke pihak kepolisian. Karena itu, pelaporan tersebut baru dilakukan pada 16 Juni 2022.

"Lalu yang disebut multiple quote tweet yang Anda lihat, kenapa nggak langsung melaporkan (pada pertama kali melihatnya)?" tanya jaksa.

"Saya memang mengumpulkan, andaikata ada yang lain, karena saya melaporkan itu secara real. Saya laporkan secara resmi tanggal 16 Juni 2022, karena saya tunggu ternyata tidak ada lagi. Jadi hanya tiga itu yang saya laporkan," jawab Roy.

Jaksa kemudian menanyakan Roy terkait Candi Borobudur yang diedit menggunakan foto wajah seseorang adalah hal yang benar atau salah. Roy lantas merasa dia tidak perlu menyatakan benar atau salahnya persoalan dieditnya stupa itu.

"Saya tidak pernah menggunakan ilmu kira-kira, gambar itu sudah diedit, ya," tutur Roy.

Kendati demikian, dia enggan menyebutkan wajah yang ada dalam meme stupa itu. "Tapi kalau siapa gambar itu siapa, itu persepsi," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT