Warga Marunda Kembali Keluhkan Debu Batu Bara, DLH DKI Kirim Tim Investigasi

ADVERTISEMENT

Warga Marunda Kembali Keluhkan Debu Batu Bara, DLH DKI Kirim Tim Investigasi

Anggi Muliawati - detikNews
Selasa, 15 Nov 2022 14:48 WIB
Warga Rusunawa Marunda Cilincing, Jakut kembali terdampak pencemaran debu batu bara. Hingga hari ini pencemaran masih terjadi. (dok Istimewa)
Warga Rusunawa Marunda Cilincing, Jakut, kembali terdampak pencemaran debu batu bara. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Warga Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, mengeluhkan pencemaran debu batu bara di wilayahnya kembali terjadi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengatakan telah mengirim tim untuk melakukan investigasi.

"Tim monitoring dan investigasi dari Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara sudah bergerak memetakan potensi-potensi sumber pencemar di lokasi, termasuk cerobong industri yang menggunakan batu bara," kata Kepala Seksi Humas DLH DKI Yogi Ikhwan kepada wartawan, Selasa (15/11/2022).

Yogi mengatakan pihaknya telah mengukur kualitas udara dan cerobong asap industri di lokasi itu pada awal November. Saat ini, DLH DKI juga masih memasang Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU).

"SPKU mobile dari Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah (LLHD) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sudah dipasang di kawasan Marunda untuk mengukur kualitas udara ambient di kawasan tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, debu batu bara kembali mencemari Rusun Marunda, Jakarta Utara. Warga mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk membentuk tim investigasi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara terkait adanya pencemaran yang terjadi dan kami juga dalam beberapa kesempatan meminta pihak pejabat terkait untuk menginvestigasi," kata Ketua Forum Masyarakat Rusun Marunda (FMRM) Didi Suwandi dalam keterangannya, Selasa (15/11).

"Maka kami berharap Bapak Gubernur DKI Jakarta untuk segera berkoordinasi dengan KLHK, Kemenhub, dan pihak KBN agar membentuk tim gabungan untuk investigasi pencemaran debu batu bara atau lainnya yang kerap terjadi pasca-pencabutan izin usaha PT Karya Citra Nusantara," sambungnya.

(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT