Bareskrim Tahan Eks Dirut Anak Usaha Jakpro Tersangka Kasus Korupsi

ADVERTISEMENT

Bareskrim Tahan Eks Dirut Anak Usaha Jakpro Tersangka Kasus Korupsi

Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 17:45 WIB
Bareskrim tahan eks Dirut Anak perusahaan JakPro
Bareskrim tahan eks dirut anak perusahaan JakPro. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Bareskrim Polri telah menetapkan eks Direktur Utama (Dirut) PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) Ario Pramadhi dan Christman Desanto, yang merupakan VP Finance & IT PT JIP, sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur Gigabit Passive Optical Network (GPON) oleh PT JIP pada 2017-2018. Setelah sempat tak dilakukan penahanan karena alasan kooperatif, kini keduanya resmi ditahan.

Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Polri Brigjen Cahyono Wibowo mengatakan penahanan dilakukan setelah keduanya diduga terlibat dalam tidak pidana pencucian uang (TPPU) hasil pengembangan tindakan korupsi kasus yang ada.

"Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah melakukan penahanan terhadap para tersangka dugaan tindak pidana pencucian yang bersumber dari dugaan tindak pidana korupsi terkait pembangunan menara telekomunikasi dan pengadaan GPON (Gigabyte Passive Optical Network) oleh PT Jakarta Infrastruktur Propertindo," kata Cahyono dalam keterangan tertulis, Jumat (9/12/2022).

Cahyono mengatakan keduanya ditahan di rutan cabang Bareskrim Polri. Penahanan terhadap Christman sudah dilakukan sejak Senin (28/11). Sedangkan untuk Ario Pramadhi dilakukan penahanan mulai Jumat (9/12/2022) hari ini.

"(Christman) dilakukan penahanan di Rutan Cabang Bareskrim Polri sejak tanggal 28 November 2022. (Ario) dilakukan penahanan di Rutan Cabang Bareskrim Polri sejak tanggal 9 Desember 2022," ujarnya.

Cahyono menyebut saat ini penyidik Bareskrim Polri tengah memeriksa kesehatan Ario Pramadhi sebelum ditempatkan di Rutan.

"Sedang dilakukan pemeriksaan kesehatan tersangka Ario Pramadhi," imbuhnya.

Simak selengkapnya pada halaman berikut.

Simak juga Video: Ma'ruf di Hakordia: Kalau Hukum Tumpul, Kemakmuran Tak Dapat Dinikmati

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT