Ridwan Kamil Minta Warga Tetap Tenang Pascabom di Polsek Astana Anyar

ADVERTISEMENT

Ridwan Kamil Minta Warga Tetap Tenang Pascabom di Polsek Astana Anyar

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 15:52 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Rifat Alhamidi/detikJabar)
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat tetap tenang pascabom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat. Ridwan Kamil memastikan pengamanan objek vital akan terus dilakukan, apalagi menjelang Natal dan tahun baru (nataru) di wilayah Jawa Barat.

"Itu tentu terus disiagakan oleh kepolisian, apalagi menjelang Natal dan tahun baru," kata Ridwan Kamil seusai acara Hakordia 2022 di Hotel Bidakara Jakarta, Jumat (9/12/2022).

"Tapi masyarakat harus tetap tenang," tambahnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menyebut pihak kepolisian bakal terus bersiaga dan melakukan pengamanan menjelang Natal dan tahun baru.

"Insyaallah, polisi sudah lebih siap menghadapi akhir tahun," tuturnya.

Sebelumnya, bom meledak di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (7/12) pagi. Dilaporkan, ledakan bom terjadi ketika polisi sedang apel pagi.

Ledakan tersebut membuat sejumlah polisi mengalami luka-luka. Selain itu, satu warga menjadi korban.

Dilansir detikJabar, 11 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Satu polisi mengalami kritis dan meninggal dunia.

"Akibat ledakan itu, 11 orang menjadi korban, terdiri atas 10 polisi, satunya anggota meninggal dunia atas nama Sofyan. Sembilan masih dalam kategori luka-luka diakibatkan pecahan serpihan ledakan tersebut," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana seperti dilansir detikJabar, Kamis (8/12).

Dari 11 korban, satu di antaranya adalah masyarakat yang melintas di lokasi kejadian. Berikut ini adalah daftar nama korban bom Astana Anyar.

Korban Luka:
Iptu Suparyana: Luka robek kaki kanan bagian betis
Ipda Asim: Luka di pergelangan tangan dan betis bagian kanan
Aipda Agus: Luka di pergelangan tangan kiri, trauma kepala karena terpental
Iptu Wawan: Luka di kaki, lima jahitan
Ipda Zainal: Luka di kaki, tujuh
Iptu Susi: Luka di kaki, satu jahitan
Aiptu Heryanto: Luka berat di kaki
Nurhasanah (36 tahun): Luka sekitar dada.

Korban Meninggal Dunia:
Aiptu Sofyan Didu

(mha/whn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT