Harga Pangan Naik Jelang Nataru, Pemprov DKI Minta Warga Tak Panik

ADVERTISEMENT

Harga Pangan Naik Jelang Nataru, Pemprov DKI Minta Warga Tak Panik

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 10:05 WIB
Badan Pangan Nasional menggelar bazar telur ayam murah di Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (1/9/2022). Bazar telur murah ini pun diserbu warga.
Ilustrasi. Telur ayam (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta melaporkan adanya tren kenaikan harga komoditas pangan menjelang Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang. Kendati begitu, Pemprov meminta agar masyarakat tidak panik menghadapi kenaikan harga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta Suharini Eliawati awalnya menjelaskan, komoditas pangan yang terpantau mengalami kenaikan harga antara lain adalah beras, telur ayam serta cabe rawit merah. Adapun, peningkatan kebutuhan pangan tertinggi terjadi pada komoditas telur ayam sebesar 12,72% sedangkan peningkatan kebutuhan terendah pada bawang putih sebesar 0,76%.

"Menjelang Nataru 2022 terjadi tren kenaikan harga pangan namun secara umum kenaikannya tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya," kata Eli dalam keterangan tertulis, Jumat (9/12/2022).

Eli menjelaskan, penyebab kenaikan harga pangan lantaran jumlah permintaan yang tinggi diperkirakan hingga 20%. Namun demikian, Pemprov DKI memastikan ketersediaan pangan di Ibu Kota hingga awal tahun 2023 aman.

"Sehingga masyarakat tidak perlu panik dan khawatir," ucapnya.

Di samping itu, Pemprov DKI turut melakukan sejumlah kesiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru 2023. Antara lain, mengadakan pemantauan rutin harga serta ketersediaan pangan hingga LPG 3 kg.

Kemudian, melaksanakan bazar pangan keliling di rumah susun, kantor walikota hingga kecamatan dan kelurahan. Selain itu, pihaknya juga mendistribusikan pangan subsidi bagi masyarakat tertentu dengan komoditas beras, telur ayam ras, daging sapi, daging ayam ras, ikan kembung dan susu UHT.

Lalu mendistribusikan Beras KPSH jenis medium, menyediakan bahan pangan dalam bentuk paket, melakukan penjualan bahan pangan melalui e-commerce, pengawasan mutu dan keamanan pangan di pasar tradisional, pasar modern, lokasi binaan dan pasar induk.

"Bekerjasama dengan Polda Metro Jaya terkait kegiatan pengawasan penyediaan serta pendistribusian pangan serta penegakan hukum terkait pelangggaran yang terjadi," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan stok pangan aman menjelang Natal dan Tahun Baru 2023. Bahkan, pasokan bisa mengakomodasi kebutuhan hingga Maret 2023.

Hal ini disampaikan Heru Budi selepas meninjau ketersediaan pangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (6/12/2022). Meskipun harga sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan, itu dinilai cenderung stabil.

"Jadi harga cabai stabil, bawang stabil, pasokan aman, lantas tadi ada sedikit naik, harga telur. Tapi kan masyarakat sebagian sesuai kriteria dan program KJP mendapatkan subsidi. Insyaallah harga stabil, pasokan aman sampai bulan Maret," kata Heru Budi di lokasi, Selasa (6/12/2022).

Perlu diketahui, prognosis ketersediaan dan kebutuhan pangan strategis pada Desember 2022-Januari 2023 berada di level cukup aman dengan gambaran kebutuhan sebagai berikut:

a. beras : 168.875 ton
b. daging sapi : 8.723 ton
c. daging ayam : 49.494 ton
d. telur ayam : 38.789 ton
e. cabe merah keriting : 6.994 ton
f. cabe rawit merah : 5.323 ton
g. bawang putih : 3.769 ton
h. bawang merah : 13.688 ton
i. gula pasir : 12.514 ton
j. minyak goreng : 35.923 ton

(taa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT