Kasus Pembobolan Rumah Wartawan di Johar Baru Jakpus Belum Ada Titik Terang

ADVERTISEMENT

Kasus Pembobolan Rumah Wartawan di Johar Baru Jakpus Belum Ada Titik Terang

Ilham Oktafian - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 18:28 WIB
Ilustrasi maling
Ilustrasi Maling (Dok. detikcom)
Jakarta -

Kasus pembobolan rumah seorang wartawan di kawasan Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, belum menemui titik terang. Polisi mengaku kesulitan mendapat informasi yang akurat dari para saksi.

"Masih lidik," kata Kanit Reskrim Polsek Johar Baru AKP Suprayogo saat dihubungi detikcom pada Rabu (7/12/2022).

"Saksinya kita belum mendapat informasi yang akurat, tapi minimal dari wartawannya juga dong kira-kira yang punya rumah memberikan masukan kepada kita juga," tambahnya.

Suprayogo melanjutkan, polisi baru mengantongi ciri-ciri pelaku. Namun, lantaran korban bukan warga setempat, pihaknya kesulitan untuk mengidentifikasi pelaku.

"Keterangan saksi pelaku nongkrong di sekitar situ. Tapi nggak tahu karena korban bukan orang situ tapi orang Sukabumi," paparnya.

"Korban melihat ciri-cirinya tapi kan enggak tahu dan enggak kenal," imbuh Suprayogo.

Berdasarkan keterangan korban, kata Suprayogo, di belakang rumah wartawan tersebut kerap dijadikan tempat tongkrongan. Pihaknya pun meminta informasi kepada warga setempat.

"Kita minta informasi dr warga setempat, di belakang rumah wartawan sering buat tongkrongan," aku dia.

"Makanya kita pasang orang, sementara belum ada yang nongkrong," jelasnya.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (25/11), sekitar pukul 02.00 WIB. Kejadian berawal ketika salah satu pekerja bangunan di rumah tersebut melihat pelaku mengambil barang-barang di rumah tersebut.

"Barang-barang tukang (yang diambil), jadi rumah itu kosong lagi renovasi, ada tiga tukang lagi kerja nginep dalam rumah. Jadi pelaku, kalau menurut keterangan tukang, masuk dengan cara mencongkel jendela. Jadi sempet dipergokin sama tukang di rumah, tapi akhirnya keburu kabur juga," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, dua unit handphone dan uang kurang lebih Rp 1 juta raib dicuri maling. Deni mengatakan, dari keterangan pekerja bangunan tersebut, pelaku memiliki ciri-ciri dengan tato di tubuhnya.

(dek/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT