Ogah ke MK, Massa Tolak KUHP Baru Ancam Demo Lebih Besar Dalam Waktu Dekat

ADVERTISEMENT

Ogah ke MK, Massa Tolak KUHP Baru Ancam Demo Lebih Besar Dalam Waktu Dekat

Adrial Akbar - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 22:14 WIB
Massa dari berbagai elemen aktivis menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, di Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (5/12/2022). Mereka mendesak DPR untuk mengurungkan pengesahan RUU KUHP pada sidang paripurna. Dalam aksinya, mereka menggelar spanduk besar, poster dan bendera kuning bertuliskan berbagai tuntutan. Hingga pukul 14.45 WIB, aksi masih berlangsung dengan tertib dan aman.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Aksi menolak pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru di depan gedung DPR, Jakarta Pusat, berakhir. Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil hingga BEM UI mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar dalam waktu dekat.

"Cuma untuk yang terdekat sih pasca-disahkannya RKUHP, mungkin konsolidasinya kan baru besok ya, ada dua momentum besar yang akan bisa dimanfaatkan sebenarnya, pastinya kapan, tapi di tanggal 9 ada hari antikorupsi, tanggal 10 ada hari HAM," ujar perwakilan Serikat Mahasiswa Indonesia Benny kepada wartawan di depan gedung DPR, Selasa (6/12/2022).

"Gambarannya tanggal 9 dan 10 bakal ada mobilisasi yang eskalasinya jauh lebih besar lah daripada ini," tambah Benny.

Benny menuturkan, dalam dua hari momentum besar tersebut, akan ada aksi demonstrasi yang lebih besar. Bahkan, menurut Benny, aksi demonstrasi bukan hanya berlangsung di Jakarta.

"Mungkin di dua momentum besar itu salah satunya akan ada aksi yang eskalasinya lebih besar dari sekarang, dan mobilisasinya juga nggak cuma Jakarta, karena di tiap organisasi yang terlibat, di setiap organisasi itu instruksinya aksi secara nasional," ujarnya.

Namun, Benny menuturkan, rencana aksi secara besar itu hanya sebagai gambaran belaka. Dia mengatakan masih banyak elemen masyarakat yang masih berkonsolidasi terkait aksi penolakan KUHP selanjutnya.

"Mungkin itu gambaran ke depan, karena konsolidasi rangkaian lanjutan untuk mobilisasi baik di mahasiswa, kaum buruh, dan sektor lainnya mungkin baru besok dimulai," kata dia.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Koalisi Masyarakat Sipil, Dzuhrian Ananda Putra, mengatakan aksi demonstrasi secara besar dalam waktu dekat adalah sebagai pembuka. Dia mengatakan akan terus melawan pengesahan KUHP baru.

"Seperti itu ya. Yang jelas dua momentum besar yang akan kita hadapi itu jadi pembuka, apakah setelahnya kita akan terus melawan, jelas. Kita tidak akan pernah berhenti melawan," ujar Dzuhrian.

Terkait aksi kamping di depan gedung DPR hari ini, Dzuhrian memang menargetkan bertahan hingga malam tiba. Hal itu sebagai upaya untuk menolak KUHP yang baru saja disahkan.

"Iya untuk setting aksinya memang bertahan sekuat-kuatnya, dengan jumlah massa. Yang jelas hari ini kita berjuang semampu kita, negosiasi sudah kita lakukan, kita sudah targetkan kita mencoba untuk melampaui dari matahari terbenam," pungkas Dzuhrian.

Massa ogah tempuh jalur MK, simak di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT