Laporan Kembali Belum Diterima, Korban Kanjuruhan Akan Buat Aduan Masyarakat

ADVERTISEMENT

Laporan Kembali Belum Diterima, Korban Kanjuruhan Akan Buat Aduan Masyarakat

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 17:57 WIB
Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Bareskrim Polri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Tim Gabungan Aremania (TGA) yang mewakili korban Tragedi Kanjuruhan kembali mendatangi gedung Bareskrim Polri hari ini untuk membuat laporan baru. Namun, laporan tersebut kembali belum diterima oleh Bareskrim Polri.

"Hari ini Kamis membuat laporan baru yang sampai dengan tadi itu belum bisa diterima oleh Mabes Polri dengan alasan yang menurut kami secara hukum tidak bisa dibenarkan," ujar Sekjen KontraS, Andi Irfan, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).

Menurutnya, alasan penolakan itu tidak logis. Ini karena Karo Wassidik Brigjen Iwan Kurniawan menyatakan telah ada sejumlah laporan yang dibuat mengenai kasus tersebut sehingga korban dan keluarga Tragedi Kanjuruhan tak perlu lagi membuat laporan polisi yang baru.

"Pak Karo Wassidik menyampaikan sudah ada laporan B dan laporan A berarti tidak perlu ada laporan baru, itu kan tidak logis," jelasnya.

"Tidak ada alasan substansial yang disampaikan hanya alasannya kurang lebih opini yang menurut kami itu sangat subjektif dan tidak menunjukkan profesionalitas dan akuntabilitas polisi dalam menegakkan keadilan," sambungnya.

Oleh karena itu, mereka berencana membuat pengaduan masyarakat yang ditujukan kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan Karo Wassidik Brigjen Iwan Kurniawan. Rencananya, pengaduan tersebut akan dilakukan pada Rabu (7/2) besok.

"Karena itu kami ambil inisiatif, besok kami buat surat pengaduan masyarakat, kami tujukan kepada Kabareskrim dan Karo Wassidik menyangkut apa saja hal-hal yang menghambat dalam proses penyelidikan dan penyidikan," kata dia.

Untuk diketahui, Tim Gabungan Aremania (TGA) yang mewakili korban Tragedi Kanjuruhan kembali mendatangi gedung Bareskrim Polri hari ini. Mereka akan menyampaikan substansi laporan dengan membawa dua saksi kunci.

"Jadi ada dua teman ada Wahyu, Mas Bagas, dua orang ini saksi pelapor, keduanya ada di dalam peristiwa Kanjuruhan, ikut menyaksikan menonton sejumlah penembakan sejumlah gas air mata, menyaksikan sejumlah orang meninggal dunia dan bahkan sempat menolong salah satu personel polisi yang waktu itu meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan," ujar kuasa hukum korban, Andy Irfan, di gedung Bareskrim Polri, Selasa (6/12/2022).

"Jadi informasi itu yang merupakan kunci salah satu peristiwa kunci di dalam peristiwa 1 Oktober 2022 di dalam Stadion Kanjuruhan yang hari ini kita akan laporkan," lanjutnya.

Sebelumnya, para korban Tragedi Kanjuruhan sempat melaporkan Tragedi Kanjuruhan ke Bareskrim Polri. Meski demikian, laporan tersebut tak diterima Bareskrim Polri. Mereka menyebut laporan tak diterima karena dianggap sama dengan laporan sebelumnya.

"Bareskrim berkata belom bisa menerima laporan disampaikan ke teman-teman korban Kanjuruhan dengan alasan karena telah ada laporan-laporan sebelumnya," kata kuasa hukum korban, Anjar Nawan Yusky di gedung Bareskrim Polri, Senin (21/11).

"Kami ingin tegaskan bahwa laporan yang kami sampaikan secara pasal dan unsur itu tidak sama dengan laporan yang sebelumnya," tambahnya.

(ain/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT