Korban Kanjuruhan Datangi Bareskrim Lagi, Bawa 2 Saksi Kunci

ADVERTISEMENT

Korban Kanjuruhan Datangi Bareskrim Lagi, Bawa 2 Saksi Kunci

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 11:52 WIB
Sekjen Federasi KontraS, juga kuasa hukum korban Tragedi Kanjuruhan, Andy Irfan di Bareskrim Polri (Karin/detikcom)
Sekjen Federasi KontraS, juga kuasa hukum korban Tragedi Kanjuruhan, Andy Irfan, di Bareskrim Polri (Karin/detikcom)
Jakarta -

Tim Gabungan Aremania (TGA) yang mewakili korban Tragedi Kanjuruhan kembali mendatangi gedung Bareskrim Polri hari ini. Mereka akan menyampaikan substansi laporan dengan membawa dua saksi kunci.

"Jadi ada dua teman ada Wahyu, Mas Bagas, dua orang ini saksi pelapor, keduanya ada di dalam peristiwa Kanjuruhan, ikut menyaksikan menonton sejumlah penembakan sejumlah gas air mata, menyaksikan sejumlah orang meninggal dunia dan bahkan sempat menolong salah satu personel polisi yang waktu itu meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan," ujar kuasa hukum korban, Andy Irfan, di gedung Bareskrim Polri, Selasa (6/12/2022).

"Jadi informasi itu yang merupakan kunci salah satu peristiwa kunci di dalam peristiwa 1 Oktober 2022 di dalam Stadion Kanjuruhan yang hari ini kita akan laporkan," lanjutnya.

Dia mengatakan tidak membawa barang bukti dalam bentuk materiil. Melainkan hanya membawa dua saksi kunci yang nantinya akan memberikan keterangan kepada penyidik.

"Salah satu informasi kunci lain adalah digital evidence. Jadi tim federasi kontras bersama TGA telah membuat satu kumpulan dari puluhan hingga ratusan video yang dibuat sendiri oleh para penonton yang menunjukkan 6 menit mematikan serangan gas air mata di tanggal 1 Oktober itu," jelasnya.

"Nah dua teman ini yang ikut melaporkan, itu adalah orang yang selain menyaksikan peristiwa juga terlibat memberikan pertolongan-pertolongan kepada sejumlah korban dalam peristiwa itu. Saya kira seharusnya, secara materiil tidak ada hambatan bagi Mabes Polri untuk menangani ini," lanjutnya.

Korban Kanjuruhan Datangi Bareskrim

Sebelumnya, korban Tragedi Kanjuruhan menyambangi Bareskrim Polri di Jakarta Selatan pada Jumat (18/11). Mereka meminta agar Tragedi Kanjuruhan, yang tengah diusut Polda Jawa Timur, diambil alih sepenuhnya oleh Mabes Polri.

"Kami akan buat permohonan secara resmi bahwa kami ingin semua perkara berkaitan dengan Tragedi Kanjuruhan, baik yang ada di Polda Jawa Timur yang sudah bergulir saat ini ada enam tersangka maupun laporan dari masyarakat yang saat ini ditangani Mapolres Malang, agar diambil alih oleh Bareskrim Mabes Polri," kata kuasa hukum korban, Anjar Nawan Yusky, di Bareskrim, Jumat (18/11).

Anjar mengatakan hal tersebut dinilai perlu dilakukan agar nantinya perkara menjadi terang dan tidak ada konflik kepentingan di dalamnya. Dia lantas mencontohkan penanganan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang, menurutnya, berjalan semestinya, tidak seperti Tragedi Kanjuruhan.

"Ini untuk bisa membuat terang apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada lagi konflik kepentingan. Harapan kami, ketika di Bareskrim, penanganannya lebih maksimal," kata dia.

"Tadi kami beri masukan juga seharusnya perkara Tragedi Kanjuruhan ini bisa ditangani maksimal seperti penanganan perkara kasus Ferdy Sambo. Bagaimana kita lihat di perkara kasus FS hanya ada 1 korban jiwa, tapi penanganannya begitu maksimal," imbuhnya.

Simak juga '3 Hal Terkait Liga 1 yang Lanjut Lagi Pasca-Tragedi Kanjuruhan':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/azh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT