Sambo Minta Maaf ke Kombes Susanto: Saya Tak Pernah Tak Hormati Senior

ADVERTISEMENT

Sambo Minta Maaf ke Kombes Susanto: Saya Tak Pernah Tak Hormati Senior

Wilda Hayatun Nufus, Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 17:56 WIB
Sidang lanjutan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jaksel (Wilda-detikcom)
Sidang lanjutan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jaksel (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Kombes Susanto Haris mengaku sempat kesal kepada Ferdy Sambo karena memberi perintah pengamanan barang bukti terkait kematian Brigadir N Yosua Hutabarat dengan nada tinggi. Sambo pun meminta maaf kepada Susanto.

"Saya ingin tanggapi Bang Santo, saya minta maaf, saya tidak pernah tidak hormati senior," kata Ferdy Sambo saat menanggapi kesaksian Santo dalam sidang di PN Jaksel, Selasa (6/12/2022).

Sebelumnya ketika diperiksa, Kombes Susanto mengaku sempat kesal terhadap Ferdy Sambo saat di Kompleks Polri Duren Tiga di hari peristiwa tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat. Dia kesal atas ucapan Sambo, bahkan dia sempat menyinggung petuah yang dipegang Sambo terkait hubungan senior dan junior.

"Kemudian setelah setelah jam 4 Pak Ferdy, 'Pak Kabag bawa barang bukti itu jadikan satu dengan senjata Pak', kalau senior Pak Ferdy di beberapa kesempatan Pak FS selalu bilang 'selama langkah karir tidak terbit dari utara dan air laut masih asin, senior tetap senior'," kata Susanto.

Susanto mengatakan Ferdy Sambo memerintahkan dirinya dengan nada tinggi. Susanto pun mengaku merasa kesal kepada Sambo saat itu.

"Jadi kemarin ngomongnya sudah ngegas, akhirnya saya antar juga ke Agus Patria setelah kami mengantar jenazah. Kemudian kami menyerahkan barang bukti ke Paminal. Saat itu saya dipanggil FS kesal," kata Susanto.

"Kenapa kesal dengan Saudara?" tanya hakim lagi.

"Ya kesal. Biasanya kalau perintahkan biasanya halus, 'Bang tolong, Bang bantu', waktu antar barang bukti jenazah itu, 'Pak Kabag segera itu antar'," kata Susanto sambil menirukan nada tinggi suara Sambo.

Ferdy Sambo dalam sidang ini duduk sebagai terdakwa bersama Putri Candrawathi. Keduanya didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf.

Ferdy Sambo diadili dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Ferdy Sambo juga didakwa merintangi penyidikan dalam kasus pembunuhan Yosua. Ferdy Sambo didakwa dengan Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan KUHP.

Lihat Video: Sambo Minta Anak Buahnya Tidak Diproses Etik dan Pidana

[Gambas:Video 20detik]



(zap/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT