Hendra Ungkap Gerak-gerik Sambo Sebelum Pembunuhan Yosua: Ngobrol Tak Nyambung

ADVERTISEMENT

Hendra Ungkap Gerak-gerik Sambo Sebelum Pembunuhan Yosua: Ngobrol Tak Nyambung

Yogi Ernes, Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 17:23 WIB
Brigjen Hendra Saat Bersaksi di Sidang Ferdy Sambo
Hendra Kurniawan (kanan) saat bersaksi di sidang Ferdy Sambo. (Dok. TV Pool)
Jakarta -

Mantan Karo Paminal Propam Polri Hendra Kurniawan mengungkap gerak-gerik Ferdy Sambo beberapa jam sebelum pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat. Hendra menyebut sempat berbincang dengan Sambo, tapi tidak nyambung.

Hal itu diungkap Hendra saat bersaksi di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jaksel, Selasa (6/12/2022).

Mulanya, tim pengacara keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis, bertanya apakah Hendra sempat bertemu dengan Sambo sebelum kejadian pembunuhan terhadap Yosua. Hendra menyebut bertemu dengan Sambo saat ada analisis dan evaluasi (anev) semester pada 8 Juli lalu.

Sekadar diketahui, pembunuhan terhadap Brigadir N Yosua Hutabarat terjadi pada 8 Juli di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga.

"Pertemuan pertama kali dengan Pak Sambo?" tanya Arman.

"Tanggal 8 itu Jumat ada anev semester, anev semester ini yang seyogianya dilaksanakan awal bulan karena ada ulang tahun Polri, hari jadi mundur ke tanggal 8 Juli anev kinerja yang dilakukan Propam seluruh Indonesia kemudian dengan Zoom Meeting," kata Hendra.

Pada saat itu, kata Hendra, Sambo terlihat tidak fokus seperti banyak pikiran. Hendra menyebut Sambo juga sering bolak-balik ke belakang dan ke kamar mandi.

"Saat itu saya melihat Pak Ferdy ini tidak fokus seolah-olah ada sedang banyak pikiran, karena saya berhadap-hadapan ketika di ruang tunggu itu bentar ke belakang, bentar balik lagi, terus handphone-nya ketinggalan, jalan lagi masuk lagi itu kamar mandi aja ada tiga kali saya lupa," kata Hendra.

Tak hanya itu, kata Hendra, Sambo juga tidak nyambung saat diajak bicara. Hendra saat itu berpikir Sambo tengah memikirkan berita viral terkait sidang etik anggota Polri.

"Tapi saya ngobrol dengan Pak Ferdy nggak nyambung seolah-olah ada pikiran, saat itu saya pikir karena sedang ada viralnya, sidang viralnya putusan kode etik yang dianulir yang itu yang saya tahu," kata Hendra.

Hendra menyebutkan saat itu Ferdy Sambo tak seperti biasanya. Kebiasaan Sambo pada saat anev, kata Hendra, selalu menggebu-gebu bahkan aktif menanyakan ke beberapa wilayah, tapi hari itu tidak.

"Tadi saudara bilang tidak fokus maksudnya?" tanya Arman.

"Karena biasanya kan menggebu-gebu nanya ada masukan apa untuk berbagai wilayah barat, timur, proaktif untuk menanyakan, karena beliau kalau sudah ngasih arahan pas sudah anev harus tampil," kata Hendra.

"Yang mimpin anev terdakwa?" tanya Arman.

"Terdakwa FS," jawab Hendra.

Arman kemudian bertanya apakah Sambo terlihat emosi saat memberikan pengarahan dalam anev semester itu. Hendra mengaku tak melihat itu. Hendra mengatakan hanya melihat Sambo seperti ingin cepat selesai.

"Pada saat memberikan pengarahan terdakwa masih tidak fokus apa keliatan emosi?" tanya Arman.

"Yang saya lihat pengarahannya kan biasanya di-open, dibuka, ini seolah ingin cepat selesai, sudah karena memang saya pikir waktunya itu Indonesia timur udah beda dua jam kemudian pada saat itu ada sidang terhadap putusan menganulir dari PDH ke PTDH," kata Hendra.

"Yang Brotoseno?" tanya Arman.

"Saya tidak lihat," jawab Hendra.

Dalam sidang ini, duduk sebagai terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Keduanya didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf.

Ferdy Sambo diadili dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Ferdy Sambo juga didakwa merintangi penyidikan dalam kasus pembunuhan Yosua. Ferdy Sambo didakwa dengan Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan KUHP.

Simak video 'Hendra Kurniawan Curhat Bagaimana Rasanya Dibohongi Sambo':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT