Polda Metro Bakal Cari Pemodal Pinjol di Manado Kendalikan 4 Aplikasi

ADVERTISEMENT

Polda Metro Bakal Cari Pemodal Pinjol di Manado Kendalikan 4 Aplikasi

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 14:24 WIB
Ilustrasi Pinjol
Ilustrasi pinjol (Shutterstock)
Jakarta -

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya menetapkan dua orang tersangka di kasus pinjaman online (pinjol) di Manado, Sulawesi Utara. Polisi menyebut akan mencari sosok pemodal pada pinjol tersebut.

"Ya, masih kita coba kembangkan ke sana," kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis kepada wartawan, Selasa (5/12/2022).

Dengan demikian, lanjut Auliansyah, ada kemungkinan penambahan tersangka di kasus tersebut nantinya.

"Sementara ini masih dua (tersangka), tapi kami akan tetap kembangkan terus. Mungkin masih mungkin ada tersangka lainnya lagi," ujarnya.

Lebih lanjut Auliansyah meminta masyarakat tidak tergoda oleh pinjaman online, terkhusus yang tidak memiliki izin resmi OJK. Auliansyah menegaskan pihaknya akan terus memberantas kasus serupa ke depannya.

"Tapi adalah seperti komitmen kita terdahulu kita akan berantas pinjol. Jadi jangan sampai ada pinjaman online ilegal yang mencoba-coba melakukan kegiatan kegiatan seperti ini. Kita akan berantas sampai mana pun kita akan kejar," jelasnya.

Sebelumnya, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya menggerebek sebuah kantor perusahaan pinjaman online (pinjol) di Manado, Sulawesi Utara. Polisi menyebut kantor pinjol itu beroperasi dengan berkedok kantor koperasi.

"Pada 29 November 2022, tim Subdit Siber Polda Metro Jaya melakukan penindakan di daerah Kota Manado, Sulawesi Utara. Penindakan dilakukan di salah satu ruko yang berada di kawasan ruko Marina Kota Manado, yang diduga kuat sebagai tempat beroperasinya pinjaman online tersebut," kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis kepada wartawan, Minggu (4/12).

Saat menggerebek, polisi mendapatkan 40 orang yang melancarkan aksi pinjol menggunakan laptop ataupun komputer. Setelah melakukan pemeriksaan, polisi menetapkan dua orang menjadi tersangka.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, sebanyak dua orang ditetapkan jadi tersangka. Mereka adalah A sebagai petugas debt collector yang mengancam korban dan G sebagai pimpinan pinjol ilegal tersebut," sebutnya.

Auliansyah menjelaskan lokasi yang digerebek itu merupakan kantor dari empat aplikasi pinjol. yang tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Ada empat aplikasi pinjol ilegal yang ditawarkan... dengan nama PinjamanNow, AkuKaya, KamiKaya, dan EasyGo tidak memiliki izin dari OJK," jelas dia.

(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT