Saat Tagih Utang, Pinjol di Manado Ancam Sebar Foto Porno Nasabah

ADVERTISEMENT

Saat Tagih Utang, Pinjol di Manado Ancam Sebar Foto Porno Nasabah

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 13:45 WIB
Pinjaman online abal-abal
Pinjaman online abal-abal (Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengungkap modus perusahaan pinjaman online (pinjol) di Manado, Sulawesi Utara. Modus yang dilakukan untuk menagih utang adalah mengancam akan menyebarkan foto tak senonoh milik nasabah.

"Memberikan instruksi kepada operatornya untuk menyebarkan upaya untuk menagih dengan cara pengancaman dan penyebaran foto-foto yang tidak senonoh itu," kata Auliansyah kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (6/12/2022).

Auliansyah mengatakan foto porno tersebut nyatanya hanya editan semata. Dia menyebut para pelaku menempel wajah para nasabah pada foto porno untuk kemudian disebarkan sebagai ancaman.

"Foto-foto porno. Jadi seperti yang lalu itu kan mereka mengirimkan kalau seandainya anda tidak membayar, saya akan menyebarkan foto-foto jadi ada foto gambar wajahnya si peminjam kemudian ada gambar tak senonoh. Iya diedit sama mereka," jelasnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya menggerebek sebuah kantor perusahaan pinjaman online (pinjol) di Manado, Sulawesi Utara. Polisi menyebut kantor pinjol itu beroperasi dengan berkedok kantor koperasi.

"Pada tanggal 29 November 2022, tim Subdit Siber Polda Metro Jaya melakukan penindakan di daerah kota Manado Sulawesi Utara. Penindakan dilakukan di salah satu ruko yang berada di kawasan ruko Marina Kota Manado yang diduga kuat sebagai tempat beroperasinya pinjaman online tersebut," kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis kepada wartawan, Minggu (4/12/2022).

Saat digerebek, polisi mendapatkan 40 orang melancarkan aksi pinjol menggunakan laptop ataupun komputer. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi pun menetapkan dua orang menjadi tersangka.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, sebanyak dua orang ditetapkan jadi tersangka. Mereka adalah A sebagai petugas debt collector yang mengancam korban dan G sebagai pimpinan dari pinjol ilegal tersebut," sebutnya.

(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT