Ferdy Sambo Bantah Kesaksian Eliezer soal Wanita Nangis di Rumah Bangka

ADVERTISEMENT

Ferdy Sambo Bantah Kesaksian Eliezer soal Wanita Nangis di Rumah Bangka

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 13:52 WIB
Jakarta -

Ferdy Sambo angkat bicara terkait pernyataan Richard Eliezer dalam sidang tentang adanya wanita yang menangis di rumah Sambo di Jalan Bangka, Jakarta Selatan. Sambo mengatakan cerita Eliezer itu adalah karangan.

"Tidak benar keterangan dia itu, ngarang-ngarang," kata Ferdy Sambo usai menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).

Sambo menegaskan istrinya, Putri Candrawathi, merupakan korban perkosaan dari Brigadir Yosua Hutabarat. Sambo membantah adanya motif perselingkuhan dari kasus kematian Brigadir Yosua.

"Jelasnya, istri saya kan diperkosa sama Yosua. Tidak ada motif lain, apalagi itu perselingkuhan," terang Sambo.

Cerita Richard Eliezer soal Wanita Nangis

Keterangan Eliezer yang menjadi sorotan itu terkait seorang wanita yang disebut tiba-tiba keluar dari rumah pribadi Ferdy Sambo dalam keadaan menangis. Kesaksian itu disampaikan Eliezer saat menjadi saksi di sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di PN Jaksel, Rabu (30/11/2022).

Eliezer mengatakan momen wanita misterius menangis di rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, ketika Sambo dan Putri Candrawathi di rumah. Momen wanita misterius di rumah Bangka itu terjadi pada Juni lalu.

Eliezer mengatakan saat itu Putri lebih dulu tiba di rumah Bangka dengan wajah marah. Kemudian, katanya, Ferdy Sambo tiba juga dengan wajah marah. Setelah itu, ada rekan Sambo yang dipanggil 'Koh Erben' datang ke rumah tersebut.

Tidak diketahui wanita ini datang bersama Koh Erben atau seperti apa. Sebab, saat Koh Erben datang, Eliezer sedang berada di bagian belakang rumah.

"Tiba-tiba almarhum bilang sama Mateus 'Tidak ada selain kami berdua', maksudnya Yosua dan Mateus yang ada di dalam area rumah kediaman Bangka, semua nunggu di luar," kata Eliezer di PN Jaksel.

Eliezer menyebut dia berjaga di depan rumah bersama Farhan dan Alfons. Kemudian, katanya, ada Romer, Sadam, dan sejumlah asisten rumah tangga (ART) Sambo di bagian belakang rumah Bangka.

Dia tak menjelaskan apa yang terjadi di dalam rumah. Namun, katanya, ada wanita yang keluar dari rumah Sambo. Eliezer juga mengaku tidak pernah melihat wanita itu. Dia menyebut wanita itu keluar dari rumah dalam kondisi menangis.

"Sekitar satu jam, dua jam, baru tiba-tiba ada orang keluar dari rumah. Pagar kami tutup, dia ketuk dari dalam rumah. Saya bilang Alfons 'ada orang keluar', dia buka pintu, tiba-tiba ada perempuan. Saya tidak kenal dia, nangis dia, baru ini (saya lihat), siapa ya? Karena saya nggak ada waktu dia datang. Saya lihat di di dalam ada Pak Erben juga di depan rumah," ucap Eliezer.

Saat itu, wanita yang tidak diketahui Eliezer tersebut mencari sopirnya. Setelah bertemu dengan sopirnya, wanita itu langsung meninggalkan rumah Bangka.

"Perempuan itu bilang nanya driver dia di mana. Saya lari ke samping panggil driver-nya, mobil Pajero hitam, baru driver-nya datang, perempuan itu naik langsung pulang," ucapnya.

(ygs/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT