Pengacara Japto Klaim Wanda Hamidah Mau Minta Maaf ke Kliennya

ADVERTISEMENT

Pengacara Japto Klaim Wanda Hamidah Mau Minta Maaf ke Kliennya

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 05 Des 2022 18:43 WIB
Kuasa hukum Japto Soerjosoemarno, Sri Dharen.
Kuasa hukum Japto Soerjosoemarno, Sri Dharen (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Pengacara Japto Soerjosoemarno, Sri Dharen, mengklaim politikus Golkar Wanda Hamidah bersedia meminta maaf terkait dugaan pencemaran nama baik kliennya. Dharen juga mengatakan Wanda meminta dipertemukan dengan Japto.

"Konteksnya sekarang Wanda Hamidah memohon waktu agar dipertemukan dengan Pak Japto agar supaya berbicara langsung dan meminta maaf," kata Dharen di gedung Bareskrim Polri, Senin (5/12/2022).

Dharen mengatakan Wanda Hamidah telah mengklarifikasi soal pernyataannya di publik yang mengkaitkan nama Japto dengan istilah 'mafia tanah'. Dharen juga mengklaim maksud Wanda sebenarnya adalah jangan sampai kliennya jadi korban mafia tanah.

"Meminta maaf atas semua omongan yang sudah dia blow di media dan lapangan. Karena kan kita bertanya apa maksudnya memakai nama Pak Japto sebagai mafia tanah. Jadi dia bilang 'Saya tidak bilang Pak Japto mafia tanah, tapi jangan sampe Pak Japto menjadi korban dari mafia tanah'," ujar Dharen.

Hal tersebut disampaikan Dharen setelah pihaknya menghadiri mediasi dengan Wanda Hamidah di Bareskrim Polri, atas kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Japto. Dharen menuturkan hari ini adalah mediasi pertama pihaknya dengan Wanda Hamidah.

"Dalam mediasi, pembukaan topiknya Wanda bertanya tentang status kepemilikan tanah kita. Lalu saya jawab kita punya sertifikat HGB. Lalu, saya bertanya balik, apa dasar kepemilikan kalian, sehingga kalian berkoar-koar di media seperti itu?" ucap dia.

Dharen menyebut Wanda Hamidah menjelaskan bahwa keluarganya telah menempati rumah yang sekarang berstatus sengketa itu selama 60 tahun. Menurut Dharen, jawaban Wanda Hamidah tak menjelaskan soal dokumen legalitas kepemilikan tanah.

"Kita tinggal tahun 60, segala macam, tapi tidak bahas yang saya tanya. Tapi mereka hanya menjawab yang hanya ingin mereka jawab., yang tidak berkaitan dengan legalitas dan dokumen. Tapi hanya masalah waktu (lama menghuni) doang," tambahnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT