Aniaya Anak Pacar hingga Tewas, Pelaku Sempat Beralibi Korban Tersedak

ADVERTISEMENT

Aniaya Anak Pacar hingga Tewas, Pelaku Sempat Beralibi Korban Tersedak

Devi Puspitasari - detikNews
Senin, 05 Des 2022 17:59 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Seorang pria berinisial Y (31) ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian balita berusia 2 tahun di sebuah apartemen di Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel). Keluarga mengungkap korban sempat dibawa oleh pelaku ke rumah sakit.

"Dari dokter sekitar jam 2 meninggalnya kalau diagnosa dokter ya. Tapi dibawa ke RS jam 4 lewat sedikit sama pacar ibunya," kata salah seorang anggota keluarga korban berinisial R, saat dihubungi detikcom, Senin (5/12/2022).

R mengatakan, saat pelaku membawa korban ke rumah sakit, ibunya baru dapat bertemu korban pukul 17.00 WIB. Penganiayaan ini terjadi di apartemen di Kalibata, Jaksel, Sabtu (3/12).

"Ketemu korban itu pukul 17.00 WIB, yang bawa jam 16.00 WIB itu si pacar ibunya dia nunggu. Lalu ketemulah (pelaku dengan ibu korban) baru jam 17.00 WIB itu," katanya.

R mengatakan pelaku sempat memberikan keterangan berbeda soal kematian balita tersebut. Awalnya, pelaku menyebut korban tewas karena berlarian lalu terbentur hingga keterangan 'korban tersedak'.

"Iya jadi yang saya denger alibinya ini si pacarnya ibunya bilangnya si G (korban) lagi main terbentur lari-larian. Terus versi keduanya dia bilang lagi makan kesedak," katanya.

Motif Pelaku Aniaya Korban

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi menjelaskan, korban dianiaya pelaku, yang merupakan pacar ibunya, saat dititipkan kepada pelaku.

"Pacar atau temen deket dari ibunya kemudian dititip kira-kira jam 2 siang hari Sabtu," kata AKP Nurma Dewi kepada wartawan, Senin (5/12/2022).

Nurma mengatakan SS menitipkan anaknya lantaran harus bekerja. Dia mengatakan korban mulanya bermain di taman dan buang air besar (BAB), yang kemudian dibersihkan oleh Y di kamar mandi apartemen.

"Setelah itu, anak itu bermain di taman, kemudian anak ini BAB. Kemudian untuk yang diduga melakukan penganiayaan sampai mengakibatkan meninggalnya seseorang ini, dia membersihkan di kamar mandi di apartemen tower Kalibata," ujarnya.

Pelaku berdalih menganiaya korban karena kesal lantaran korban menangis tak henti.

"Jadi dia cuman kesal, karena tidak berhenti menangis setelah dicuci atau dibersihkan pupnya ini. Pokoknya dia dilempar, dipikirnya mau dilempar ke tempat tidur, tapi tidak nyampai ke tempat tidur, itu pengakuannya," jelas Nurma.

Saat ini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia ditahan di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT