Balita Dianiaya Pacar Ibu Sempat Kejang-kejang, Pelaku Bawa Korban ke RS

ADVERTISEMENT

Balita Dianiaya Pacar Ibu Sempat Kejang-kejang, Pelaku Bawa Korban ke RS

Mulia Budi - detikNews
Senin, 05 Des 2022 17:39 WIB
Ilustrasi penemuan mayat bayi (Dok detikcom)
Foto ilustrasi penemuan mayat bayi. (Dok detikcom)
Jakarta -

Balita berusia 2 tahun tewas setelah dianiaya pria berinisial Y (31) yang merupakan pacar ibunya di apartemen kawasan Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel). Y merasa kesal lalu melempar tubuh korban ke kasur lantaran korban tak berhenti menangis.

"Jadi dia cuma kesal, karena tidak berhenti menangis setelah dicuci atau dibersihkan poop-nya ini. Pokoknya dia dilempar, dipikirnya mau dilempar ke tempat tidur tapi tidak nyampai ke tempat tidur, itu pengakuannya," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi kepada wartawan, Senin (5/12/2022).

Nurma mengatakan korban masih dalam kondisi bernyawa setelah dilempar oleh Y. Namun, Nurma menyebut korban mengalami kejang-kejang.

"(Kondisi korban setelah dilempar pelaku) kejang-kejang," ujarnya.

Dia mengatakan Y juga sempat membawa korban ke rumah sakit. Dia menuturkan Y mengaku khilaf saat bertemu dengan ibu korban, yaitu SS (23), di rumah sakit tersebut.

"Di rumah sakit ketemu ibunya terus dia cerita kalau dia khilaf," ujar Nurma.

Nurma mengatakan SS tak terima dengan perbuatan Y dan melapor ke Polsek Pancoran. Polisi telah menetapkan Y sebagai tersangka dan menahannya di Polres Metro Jakarta Selatan.

Sebelumnya, seorang balita berinisial berusia 2 tahun tewas setelah diduga dianiaya di sebuah apartemen di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Korban dianiaya oleh pacar ibunya berinisial Y (31).

"Kalau kejadiannya betul itu sekitar Hari Sabtu tanggal 3 Desember, sekitar pukul 16.30 WIB, pihak keluarga melaporkan bahwa anaknya telah meninggal," kata Kapolsek Pancoran Kompol Panji Ali Candra saat dihubungi wartawan, Senin (5/12).

Panji mengatakan ibu korban, SS (23), merasa curiga kepada teman dekatnya tersebut dan melapor ke Polsek Pancoran. Dia menyebut korban sudah meninggal saat tiba di rumah sakit.

"Ibunya melapor datang ke polsek, kondisi anak pada saat itu sudah berada di rumah sakit di sekitar daerah Pancoran. Jadi tim dari polsek mendatangi ke sana dan ternyata sampai sana memang kondisi korban dalam kondisi meninggal," ujar Panji.

"Informasi dari saksi-saksi pada saat perjalanan ke rumah sakit, jadi sampai rumah sakit sudah meninggal," lanjutnya.

(mea/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT