Ciri Wanita Nangis di Rumah Sambo Versi Pihak Eliezer: Rambut Pendek

ADVERTISEMENT

Ciri Wanita Nangis di Rumah Sambo Versi Pihak Eliezer: Rambut Pendek

Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 05 Des 2022 10:23 WIB
Pengacara Bharada Richard Eliezer (RE atau E), Ronny Talapessy
Pengacara Bharada Richard Eliezer (RE atau E), Ronny Talapessy. (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Sesosok wanita misterius menangis di rumah Ferdy Sambo yang diungkap oleh Bharada Richard Eliezer masih menjadi misteri. Lantas seperti apakah sosok wanita yang sempat disebut pihak Yosua sebagai 'si cantik berseragam cokelat' itu?

Kuasa hukum Richard Eliezer, Ronny Talapessy belum bisa mengungkap identitas wanita tersebut, termasuk soal pakaian yang dikenakan saat menangis di rumah kawasan Bangka, Jaksel. Namun dia merinci ciri-ciri fisik dari wanita tersebut, yakni memiliki rambut pendek.

"Yang pasti dia rambutnya pendek," kata Ronny di PN Jaksel, Senin (5/12/2022).

Selain memiliki rambut yang pendek, Ronny menyebut wanita tersebut juga memiliki warna kulit sawo matang. "Kulitnya sawo matang," singkatnya.

Kesaksian Bharada E

Cerita seorang wanita yang disebut tiba-tiba keluar dari rumah pribadi Ferdy Sambo dalam keadaan menangis itu terkuak saat Eliezer bersaksi untuk terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat pada Rabu (30/11/2022) lalu.

Mulanya, Eliezer mengatakan momen wanita misterius menangis di rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, ketika Sambo dan Putri Candrawathi di rumah. Momen wanita misterius di rumah Bangka itu terjadi pada Juni lalu.

Eliezer mengatakan dia sempat piket bersama dengan Yosua. Eliezer adalah ajudan yang berjaga di rumah Saguling tempat Putri Candrawathi dan anak-anaknya tinggal.

Eliezer mengatakan saat itu Putri lebih dulu tiba di rumah Bangka dengan wajah marah. Kemudian, katanya, Ferdy Sambo tiba juga dengan wajah marah. Setelah itu, ada rekan Sambo yang dipanggil Koh Erben datang ke rumah tersebut.

Tidak diketahui, apakah wanita misterius itu datang bersama Koh Erben atau tidak. Sebab, saat Koh Erben datang, Eliezer sedang berada di bagian belakang rumah.

"Tiba-tiba almarhum bilang sama Mateus 'Tidak ada selain kami berdua', maksudnya Yosua dan Mateus yang ada di dalam area rumah kediaman Bangka, semua nunggu di luar," kata Eliezer.

Eliezer menyebut dia berjaga di depan rumah bersama Farhan dan Alfons. Kemudian, katanya, ada Romer, Sadam dan sejumlah asisten rumah tangga (ART) Sambo di bagian belakang rumah Bangka.

Eliezer tak menjelaskan apa yang terjadi di dalam rumah. Namun, katanya, ada wanita yang keluar dari rumah Sambo. Eliezer juga mengaku tidak pernah melihat wanita itu. Dia menyebut wanita itu keluar rumah dalam kondisi menangis.

"Sekitar satu jam, dua jam, baru tiba-tiba ada orang keluar dari rumah. Pagar kami tutup, dia ketuk dari dalam rumah. Saya bilang Alfons 'ada orang keluar', dia buka pintu, tiba-tiba ada perempuan. Saya tidak kenal dia, nangis dia, baru ini (saya lihat), siapa ya? Karena saya nggak ada waktu dia datang. Saya lihat di di dalam ada Pak Erben juga di depan rumah," ucap Eliezer.

Saat itu, wanita misterius itu mencari sopirnya. Setelah bertemu dengan sopirnya, wanita itu langsung meninggalkan rumah Bangka.

"Perempuan itu bilang nanya driver dia di mana. Saya lari ke samping panggil driver-nya, mobil Pajero hitam, baru driver-nya datang, perempuan itu naik langsung pulang," ucapnya.

Pihak Yosua soal Wanita di Rumah Sambo: Apa Si Cantik Berseragam Cokelat?
Sosok wanita misterius yang menangis di rumah Ferdy Sambo di Bangka, Jakarta Selatan, masih jadi teka-teki. Pengacara Brigadir J, Martin Lukas, meminta majelis hakim mencari tahu sosok wanita menangis di rumah Sambo tersebut.

"Pasti ada. Pernah kan saya bilang diduga keras pernah terjadi tembak-tembakan katanya di rumahnya si PC (Putri Candrawathi), dan diduga keras dilakukan mereka berdua," ujar Martin kepada wartawan di Bareskrim Polri, Kamis (1/12).

Dia juga menduga bahwa hubungan harmonis antara eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi hanyalah rekayasa. Dia meminta agar hakim menggali keharmonisan mereka dalam persidangan.

"Makanya saya bilang hakim perlu menggali keharmonisan di dalam tanda petik di persidangan itu apakah rekayasa atau fakta. Kalau tidak fakta berarti diduga itu ada hubungannya dengan motif kembali mengenai perempuan. Siapa perempuan itu? Yang gosipnya kan ada si cantik yang berseragam cokelat, nah apakah dia, Eliezer tidak tahu, bisa saja dia kan?" jelas Martin.

"Karena pasca-'digepin' istrinya si Putri Chandrawathi kan dia nangis. Dan ada seorang laki-laki namanya Erben dipanggil Koh Erben, nah ini siapa ini? Apa hubungannya Koh Erben? Kenapa ketika FS dan PC berantem ada perempuan kok tiba-tiba ada Erben? Apakah Erben ini seorang PNIP?" sambungnya.

Simak juga 'Kesaksian Eliezer: Wanita Nangis di Rumah Sambo-Doa Sebelum Tembak Yosua':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT