Soal TPA di Nambo, Anggota DPRD: Banyak Janji Pak RK Belum Terlaksana

ADVERTISEMENT

Soal TPA di Nambo, Anggota DPRD: Banyak Janji Pak RK Belum Terlaksana

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Sabtu, 03 Des 2022 11:56 WIB
TPA Lulut-Nambo Bogor
Foto: Tempat Pemrosesan dan Pembuangan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. (Rizky/detikcom)
Bogor -

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fatoni mengatakan banyak program yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yang belum terlaksana di Kabupaten Bogor. Salah satunya proyek pembangunan Tempat Pemrosesan dan Pembuangan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dihentikan sementara karena pembayaran ke kontraktor diduga menunggak.

"Banyak program sesuai janji dan visi misi Pak RK (Ridwan Kamil) belum terlaksana di Kabupaten Bogor," kata Fatoni kepada wartawan, Sabtu (3/12/2022).

Dia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) segera turun tangan. Sebab, Pemprov yang bertanggung jawab terkait pembangunan TPA Lulut-Nambo tersebut.

"Saya berharap ini segera diselesaikan. TPPAS Lulut-Nambo sudah lama sekali dibangun, kalau nggak salah sebelum 2019. Sampai sekarang masih juga belum beroperasi," ucap Fatoni.

"Apalagi ini tahun terakhir periode Gubernur dan Wabup," imbuh Fatoni.

Dia menambahkan, banyak wilayah yang nantinya juga bergantung kepada TPA Lulut-Nambo. Di antaranya wilayah di luar Kabupaten Bogor.

"Benar, ada Kota Bogor, Kota Depok, dan infonya nambah Kota Bekasi," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, proyek pembangunan Tempat Pemrosesan dan Pembuangan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dihentikan sementara. Kontraktor menyebut penghentian dilakukan karena uang pembangunan belum dibayar.

Kuasa hukum kontraktor Darwin Steven Siagian mengatakan perusahaan perusahaan yang menjadi kontraktor belum dibayarkan sejumlah uang oleh PT JBL selaku pengelola. Ketiga perusahaan tersebut kemudian menutup sementara operasional pembangunan di TPPAS Lulut-Nambo.

"Ini adalah upaya terakhir lah. Karena berapa kali upaya kita menagih pembayaran, sampai kemarin belum ditepati. Totalnya sekitar Rp 3,125 miliar, dua perusahaan kontraktor lainnya masing-masing Rp 6,5 miliar dan Rp 8,5 miliar," kata kuasa hukum kontraktor Darwin Steven Siagian kepada wartawan di lokasi, Rabu (30/11).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'PT KAI Tertibkan Bangunan Liar di Sekitar Jalur Rel Petak Nambo-Cibinong':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT