Batal Kunjungan Utusan Khusus LGBTQI+ AS ke RI Usai Ditolak Sana-sini

ADVERTISEMENT

Batal Kunjungan Utusan Khusus LGBTQI+ AS ke RI Usai Ditolak Sana-sini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 03 Des 2022 07:24 WIB
Ilustrasi LGBT
Ilustrasi (Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) mengumumkan pembatalan kunjungan Utusan Khusus untuk Memajukan Hak Asasi Manusia bagi Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer dan Interseks (LGBTQI+) Jessica Stern ke Indonesia. Rencana kedatangan Stern ke RI sempat menuai penolakan dari berbagai pihak.

Pengumuman pembatalan kedatangan Stern itu disampaikan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Kim. Dia menyebut Stern batal datang ke RI setelah pihaknya melakukan diskusi dengan pemerintah Indonesia.

"Setelah berdiskusi dengan rekan-rekan kami di pemerintah Indonesia, kami telah memutuskan untuk membatalkan Kunjungan Utusan Khusus Stern ke Indonesia," kata Kim dalam keterangan tertulis, Jumat (2/12/2022).

Kim kemudian menyinggung hubungan AS dan Indonesia begitu kuat. Dia menyebut kedua negara sama-sama menjunjung tinggi nilai demokrasi hingga HAM.

"Salah satu alasan hubungan Amerika Serikat dan Indonesia begitu kuat adalah karena kita sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai seperti demokrasi, hak asasi manusia, keragaman, dan toleransi. Nilai-nilai tersebut harus berlaku untuk setiap anggota masyarakat, termasuk kelompok LGBTQI+," katanya.

Kim menyebut dialog tentang HAM di setiap negara sangat penting. Menurutnya dialog adalah hal mendasar dalam demokrasi.

"Dialog, bagaimanapun juga merupakan hal yang fundamental bagi demokrasi. Demokrasi yang maju menolak kebencian, intoleransi, dan kekerasan terhadap kelompok mana pun, dan mendorong dialog yang mencerminkan keragaman luas di masyarakat mereka," tutur dia.

"Walaupun kami menantikan untuk melanjutkan dialog dengan para pemimpin keagamaan, pejabat pemerintah, dan anggota masyarakat tentang topik penting untuk memastikan penghormatan terhadap hak asasi manusia LGBTQI+," jelasnya.

Lebih lanjut, Kim menyinggung kekerasan terhadap LGBTQI+ di berbagai belahan dunia. Karena itu, menurutnya, penting dilakukan dialog.

"Mengetahui bahwa orang-orang LGBTQI+ di seluruh dunia mengalami tingkat kekerasan dan diskriminasi yang tidak proporsional, penting untuk melanjutkan dialog dan memastikan rasa saling menghormati satu sama lain, daripada menganggap seolah-olah isu tersebut tidak ada. Negara-negara seperti Indonesia dan AS dapat saling belajar mengenai cara melawan kebencian dan memastikan masyarakat yang lebih sejahtera dan inklusif untuk semuanya," tuturnya.

Simak selengkapnya pada halaman berikut.

Saksikan juga 'Jepang Melarang Pernikahan Sesama Jenis':

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT