Wanita Ditangkap Nyabu Bareng Polisi di Banten Ngaku Pernah Dianiaya Pelaku

ADVERTISEMENT

Wanita Ditangkap Nyabu Bareng Polisi di Banten Ngaku Pernah Dianiaya Pelaku

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 21:24 WIB
Ilustrasi narkoba, sabu putau ganja
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Serang -

Oknum polisi Polres Pandeglang inisial AG (35) diamankan nyabu bersama seorang wanita di kos-kosan. Ayah korban menyebut anaknya inisial C (26) itu pernah dianiaya pelaku.

"Karena saya trauma atas kejadian ini, karena sebelumnya pernah kejadian penganiayaan sampai koma. Jadi saya merasa trauma sekali, jadi mohon dengan sangat, Kapolri, Kapolda, minta perlindungan hukum buat saya dan keluarga saya," kata SY (57), bapak korban kepada wartawan di Serang, Jumat (2/12/2022) sore.

SY dan keluarga juga meminta perlindungan ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana Pemprov Banten. Karena selain dipaksa memakai sabu saat diamankan, oknum polisi disebut mengancam akan menyebarkan video tertentu milik anaknya.

Sementara itu, wanita bernama C mengatakan oknum polisi sering menghubunginya. Tapi dia sering menolak permintaan polisi itu untuk bertemu.

"Dia kan suka ngontak saya untuk ketemu, sudah sering saya tolak, tapi dia suka ngirim video itu kalau nggak mau datang ke Serang," kata C menambahkan.

Saat AG diamankan oleh Propam Polda, C mengaku dipaksa datang ke Kota Serang atas ancaman video itu. Di kosan kemudian ia dipaksa mentransfer uang Rp 400 ribu ke sebuah rekening atas permintaan AG. Rupanya uang itu digunakan oknum untuk membeli sabu.

"Dia pergi, pulang lagi sudah bawa sabu, AG (mengambil sabu) kan saya nggak boleh keluar," ujarnya.

C mengaku mengenal AG sejak 2017. Pada 2019, C mengaku pernah dipaksa menggunakan sabu dan sempat menolak. C mengaku, akibat penolakan itu, dia disiksa di sebuah hotel di Serang.

"Kalau koma itu 2019, itu sama kejadiannya, dia nyuruh make juga, saya nggak mau, dipaksa saya tetap nolak sampai digebukin karena nggak mau, saya trauma," ujarnya.

Atas kejadian 2019 itu, keluarga melaporkan hal ini ke Polres Serang dan Propam. Ayah korban SY mengatakan laporan itu dicabut dengan harapan pelaku tidak mengulangi perbuatannya.

"Saya kan ke Polres sama ke Propam juga, karena sekian lama, ini karena nangis-nangis namanya ini orang tua. Mungkin ke depannya nggak gini lagi. Nyatanya tetep, sudah dicabut dia makin merajalela, mengulang," SY menambahkan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, oknum polisi AG (35) anggota Polres Pandeglang diamankan di sebuah kos-kosan di Kota Serang bersama seorang wanita. Kasusnya ini sedang ditangani oleh Propam Polda Banten.

"Betul, ada, untuk oknum polisi tersebut memang personel Polres Pandeglang," kata Waka Polres Pandeglang Kompol Andi Suwandi, Kamis (1/12) kemarin.

"Untuk perkara yang diberitakan saat ini sedang ditangani oleh Propam Polda Banten," tambahnya.

(bri/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT