Warga Tuntut Masuk Hunian Kampung Susun Bayam Dulu, Ini Kata Pemprov DKI

ADVERTISEMENT

Warga Tuntut Masuk Hunian Kampung Susun Bayam Dulu, Ini Kata Pemprov DKI

Anggi Muliawati - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 13:04 WIB
Kepala Kesbangpol Pemprov DKI Jakarta, Taufan Bakri menemui warga Kampung Bayam yang menggelar aksi di depan Balai Kota DKI.
Kepala Kesbangpol Pemprov DKI Jakarta, Taufan Bakri menemui warga Kampung Bayam yang menggelar aksi di depan Balai Kota DKI. (Foto: Anggi/detikcom)
Jakarta -

Kepala Kesbangpol Pemprov DKI Jakarta, Taufik Bakri menemui warga Kampung Bayam yang menggelar aksi di depan Balai Kota DKI. Taufan berjanji akan menyampaikan tuntutan warga ke PT Jakarta Propertindo (JakPro).

"Saya belum ketemu JakPro, nanti saya sampaikan, mereka (warga) ingin masuk (hunian) dulu," kata Taufan kepada warga, Jumat (2/12/2022).

Namun, Taufan meminta warga untuk pulang terlebih dulu. Taufan mengaku prihatin melihat warga yang membawa anaknya untuk menggelar aksi.

"Nggak salah (gelar aksi), tapi kami kasihan sama anak-anak. Saya cuma minta kerjasama, ini masih COVID-19. COVID-19 masih tinggi, bantulah kami," sambungnya.

Taufan meminta warga agar Pemprov bisa mencari jalan tengah terkait polemik tarif sewa Kampung Susun Bayam. Dia menuturkan telah menyampaikan aspirasi warga ke Pj Gubernur DKI, Heru Budi Hartono.

Sementara itu, Ketua Koperasi Persaudaraan Warga Kampung Bayam, Asep Suwenda (54) mengatakan warga sudah terbiasa berpanas-panasan. Warga enggan meninggalkan Balai Kota DKI sampai mendapat kepastian soal kunci hunian.

"Mereka (Kesbangpol) merasa simpati aja. Ya artinya, memang nggak kepanasan apa gimana? Kita udah biasa panas-panasan, sudah biasa. Apalagi ada anak kecil kan. Sudah biasa. Karena kalau nggak gitu kapan masalah kita diselesaikan? Mereka, yang pasti usulan dari kita udah disampaikan ke anggota Dinas dan Pak Gubernur," katanya.

Sebelumnya, warga Kampung Bayam kembali menggelar aksi di Balai Kota DKI hari ini. Mereka mengancam terus aksi sampai menerima kunci hunian Kampung Susun Bayam.

Pantauan di lokasi, Jumat (2/12) pukul 10.50 WIB, warga duduk ngemper di depan Balai Kota DKI. Mereka membawa sejumlah atribut di antaranya, spanduk, panci, termos air, dan peralatan dapur lainnya.

"Sebenarnya, rencananya sampai tuntutan kita dipenuhi aja, kalau misalkan Senin kita aksi lagi kemungkinan bisa, nanti kita musyawarahkan, tapi yang jelas hari ini kan tuntutan belum terpenuhi," kata Ketua Koperasi Persaudaraan Warga Kampung Bayam, Asep Suwenda (54) di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Pj Gubernur DKI Serahkan Tarif Sewa ke Jakpro

Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono mengaku menyerahkan tarif sewa Kampung Susun Bayam kepada JakPro. Dia mengaku tak masalah dengan harga yang ditawarkan JakPro.

"JakPro yang membangun, JakPro yang me-manage itu, kita serahkan ke JakPro," kata Heru usai meninjau sodetan kali Ciwilung, di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (1/12).

Diketahui, JakPro menawarkan harga sewa kurang lebih Rp 750-765 ribu. Menurutnya, tidak ada masalah dengan tarif tersebut jika telah dipertimbangkan.

"Kalau Rp 750 ribu itu kebijakan untuk menghitung perawatan, dan lain-lain dianggap segitu, ya silakan saja," ujarnya.

(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT