Peringati Hari Guru Nasional, Bamsoet Ingatkan Mulianya Tugas Guru

ADVERTISEMENT

Peringati Hari Guru Nasional, Bamsoet Ingatkan Mulianya Tugas Guru

Danzel Samuel - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 17:51 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengingatkan peringatan Hari Guru Nasional adalah momentum bagi semua elemen bangsa. Karena betapa mulianya tugas dan tanggungjawab guru dalam mendidik dan mencerdaskan kehidupan bangsa. kita pun kerap mendengar atau bahkan menyaksikan langsung, begitu banyak kisah inspiratif tentang jiwa pengabdian guru dalam mengasah, mengasihi dan mengasuh segenap anak bangsa.

"Gambaran karakter guru di Indonesia yang begitu mulia, dapat kita runut pada cerminan sejarah. Utamanya pada sosok teladan yang kita kenal sebagai Bapak Pendidikan, yaitu Ki Hadjar Dewantara. Gagasan dan pemikiran beliau mengenai konsep pendidikan dan kepemimpinan nasional yang kita kenal dengan 'semboyan ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani,' adalah legasi monumental yang tidak akan lekang oleh dinamika zaman," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (1/12/2022).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, dalam konteks pembangunan nasional guru memiliki peran strategis dan signifikan dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil, kompeten, memiliki daya saing dan berkarakter. Adapun untuk membuat gagasan terintegrasi dari konsep yang memberikan keteladanan, motivasi atau semangat, dorongan dan inspirasi kepada seluruh anak didik adalah pendidikan. Ia mengatakan, guru adalah 'pembentuk manusia' yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

"Sebagaimana pesan Bung Karno mengenai guru, bahwa guru bukanlah penghias alam, melainkan 'pembentuk manusia'. Ini selaras dengan amanat Konstitusi pasal 31 ayat 3, bahwa muara dari implementasi sistem pendidikan nasional adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini memaparkan, dewasa ini perspektif mengenai pentingnya membentuk SDM yang unggul menjadi isu yang krusial, mengingat tantangan zaman yang semakin kompleks dan multidimensional. Tantangan tersebut akan menguji eksistensi bangsa pada setiap aspek kehidupan, baik material maupun spiritual Menurutnya, tantangan ini membutuhkan SDM fundamental yang berkarakter, bukan hanya SDM yang unggul dalam penguasaan ilmu dan teknologi.

"Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, kita memiliki kesepahaman bahwa kita membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak tertinggal oleh laju peradaban. Namun seiring dengan kompleksitas tantangan zaman dewasa ini, juga harus disadari bahwa kita tidak sekedar membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dalam penguasaan ilmu dan teknologi, namun yang jauh lebih fundamental, kita membutuhkan sumber daya manusia yang berkarakter," jelas Bamsoet.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menambahkan, Ikatan Guru Indonesia (IGI) sebagai wadah organisasi tempat bernaung pada guru, adalah organisasi penting sebagai mitra utama pemerintah dalam membangun SDM yang unggul dan berkarakter. Ini merupakan kewajiban bersama seluruh komponen bangsa untuk bekerja bekerja Bersama, bahu membahu, dan bersinergi dalam organisasi IGI dalam melaksanakan tugas yang mulia, mengingat mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan Konstitusi. Ia juga mengungkapkan optimismenya IGI dalam pemerataan pembangunan SDM yang berkualitas.

"Saya optimistis dengan segala sumber daya yang dimiliki, Ikatan Guru Indonesia dengan keanggotaan mencapai 169.309 guru yang tersebar di 514 Kabupaten/Kota, kiprah dan kontribusi penting Ikatan Guru Indonesia dalam pemerataan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, akan mampu menjangkau segenap lapisan masyarakat Indonesia," pungkas Bamsoet.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT