Bamsoet Sebut Organisasi Alumni Punya Peran Penting bagi Masyarakat

ADVERTISEMENT

Bamsoet Sebut Organisasi Alumni Punya Peran Penting bagi Masyarakat

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 17:28 WIB
MPR RI
Foto: dok.MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Bamsoet menekankan keberadaan organisasi alumni seperti IKA Jayabaya memiliki peran penting dan strategis. Tak hanya bagi almamater, tapi juga bagi masyarakat, khususnya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, organisasi alumni berperan sebagai katalisator, kontributor, serta referensi dan inspirasi. Sebagai katalisator, alumni menjadi cerminan citra kampus yang memiliki tanggung jawab moral untuk bersama-sama menjaga nama baik almamater.

"Sebagai kontributor, alumni dapat menjadi kepanjangan tangan almamater untuk memperluas jaringan kampus. Sedangkan sebagai referensi dan inspirasi, alumni berperan memberikan banyak kesempatan forum informasi dunia kerja dan usaha (job fair) yang dapat membantu penyerapan angkatan kerja," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (1/12/2022).

Hal ini diucapkan Bamsoet dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama IKA Jayabaya, Rabu (23/11) yang lalu. Pada kegiatan ini diluncurkan juga buku 'Berjaya dari Jayabaya' yang ditulis oleh Tim dari IKA Jayabaya serta peluncuran ID-Card IKA Jayabaya.

Ketua DPR RI ke-20 ini sedang menghadapi tiga momentum penting. Pertama, momentum bonus demografi karena komposisi demografi didominasi kelompok usia produktif, yang 70 persen di antaranya adalah generasi muda.

Kedua, momentum kebangkitan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Ketiga, momentum menyongsong Visi Indonesia Emas 2045, salah satu targetnya yakni harus terdapat peningkatan profil angkatan kerja.

"Pembangunan sumber daya manusia merupakan kunci untuk mewujudkan kemajuan bangsa dalam menyongsong ketiga momentum tersebut. Karenanya selain membangun infrastruktur fisik, pembangunan nasional juga harus bertumpu pada pembangunan manusia sebagai subjek sekaligus objek pembangunan. Salah satu tolok ukur pembangunan sumber daya manusia dapat merujuk pada indeks pembangunan manusia (IPM), yang menggambarkan tingkat harapan hidup, pendidikan, dan standar hidup masyarakat," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan IPM Indonesia cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran, BPS mencatat, IPM Indonesia tahun 2022 mencapai 72,91 poin, atau meningkat sekitar 0,86 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai 72,29 poin. Sebagai pembanding, merujuk pada standar IPM global yang disusun oleh UNDP, IPM Indonesia menduduki peringkat 114 dari 191 negara.

"Catatan lain yang patut kita petimbangkan adalah, bahwa masih ada kesenjangan IPM di berbagai wilayah, misalnya Jakarta memiliki indeks IPM tertinggi sebesar 81,65 poin, sementara Papua memiliki IPM 61,39 poin. Demikian pula IPM pada 7 provinsi lain yang nilainya berada pada kisaran 60 hingga 70 poin," tutur Bamsoet.

Ia menambahkan, tolok ukur pembangunan sumber daya manusia tidak semata-mata dikonversikan pada rujukan angka-angka. Melainkan juga memerlukan pemaknaan dari aspek kualitas berupa pembangunan karakter.

Karena sumber daya yang dibutuhkan bukanlah sumberdaya robotik, melainkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten dan berdaya saing, tetapi juga berhati Indonesia, dan berjiwa Pancasila.

"Pembangunan karakter bangsa inilah yang telah, sedang, dan akan terus diperjuangkan oleh MPR melalui pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI. Empat Pilar MPR tersebut adalah Pancasila sebagai dasar negara, landasan ideologi, falsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa, Undang-Undang Dasar Negara Republik Tahun 1945 sebagai landasan konstitusional, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai konsensus yang harus dijunjung tinggi serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatu bangsa," ucap Bamsoet.

Turut hadir dalam kegiatan beberapa waktu lalu anggota DPR RI yang juga alumni Universitas Jayabaya Darul Siska, Ketua Umum IKA Jayabaya Dr. H. Efri Jhonly, Guru Besar Universitas Mercu Buana Prof. Dr. Masydzulhak Djamil, serta Pemimpin BNI Kantor Wilayah 10 Rudy Sihombing yang datang mewakili Direktur Utama BNI Royke Tumilaar.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT