MPR Akan Perbanyak Sosialisasi Empat Pilar pada 2023

ADVERTISEMENT

MPR Akan Perbanyak Sosialisasi Empat Pilar pada 2023

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 15:35 WIB
Ketua MPR Bamsoet
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Pimpinan MPR RI lainnya memastikan pada tahun 2023 mendatang pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI akan ditingkatkan. Sosialisasi yang semula hanya empat kali dalam setahun, maka tahun depan akan menjadi enam kali dalam setahun.

Dengan penambahan sosialisasi tersebut diharapkan setiap anggota MPR RI bisa memaksimalkan pemberian 'vaksinasi' ideologi melalui vaksin Empat Pilar MPR RI ke berbagai kalangan masyarakat. Hal ini ia sampaikan usai memimpin Rapat Pimpinan MPR RI, di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (28/11) lalu.

Diketahui, vaksinasi ideologi menggunakan vaksin Empat Pilar MPR RI terdiri dari Pancasila sebagai dasar negara, landasan ideologi, falsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa, Undang-Undang Dasar Negara Republik Tahun 1945 (UUD NRI 1945) sebagai landasan konstitusional, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai konsensus yang harus dijunjung tinggi serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatu bangsa.

"Peningkatan vaksinasi ideologi melalui vaksin Empat Pilar MPR RI tersebut sangat penting, terlebih di tengah pandemi COVID-19 yang saat ini masih belum usai, serta menghadapi tahun politik 2023/2024. Jangan sampai pandemi COVID-19 yang menyebabkan pandemi kesehatan dan ekonomi, juga mengakibatkan pandemi moral berupa terpinggirkannya nilai-nilai luhur, kearifan lokal, dan jati diri bangsa," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (1/12/2022).

"Apalagi menjadi pintu masuk bagi penyebaran radikalisme dan demoralisasi generasi bangsa. Begitu pun dengan tahun politik 2023/2024, jangan sampai justru menjadi pintu masuk bagi terpecah belahnya kehidupan kebangsaan. Karena itu, sangat penting memperkuat imunitas bangsa melalui pemberian vaksin ideologi menggunakan vaksin Empat Pilar MPR RI," imbuhnya.

Bamsoet menjelaskan sebagai ancaman kasat mata yang tidak terdeteksi diagnosa medis, dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh pandemi moral maupun terpecahnya kehidupan kebangsaan bisa jauh lebih berdampak dibandingkan dampak yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19. Terlebih, saat ini bangsa Indonesia juga sedang dihadapi pada modernitas zaman, di mana lompatan kemajuan teknologi berpacu dengan derasnya arus globalisasi.

"Urgensi lain untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan melalui vaksinasi ideologi menggunakan vaksin Empat Pilar MPR RI yakni agar kita bisa menyiapkan generasi muda bangsa menjadi sumber daya manusia yang unggul, sumber daya manusia yang berhati Indonesia dan berjiwa Pancasila. Mengingat titik puncak fase bonus demografi ini diperkirakan terjadi hingga tahun 2030, di mana jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 285 juta hingga 300 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen nya atau sekitar 199,5 juta hingga 210 juta jiwa, adalah kelompok usia produktif," jelasnya.

Ia menuturkan landscape ideologi, politik, dan ekonomi global yang dinamis, penuh dengan disrupsi dan kompetisi, menjadikan tantangan dalam kehidupan kebangsaan saat ini yang mengalami pergeseran paradigma. Ancaman terhadap keamanan nasional tidak lagi bersifat kasat mata dan konvensional, melainkan bersifat kompleks, multidimensional, serta berdimensi ideologis.

Hal itu dapat dilihat dari hasil survei Komunitas Pancasila Muda pada akhir Mei 2020, tercatat hanya 61 persen responden yang merasa yakin dan setuju bahwa nilai-nilai Pancasila sangat penting dan relevan dengan kehidupan mereka. Sementara, 19,5 persen di antaranya menganggap Pancasila hanya sekedar istilah yang tidak benar-benar dipahami maknanya.

Sementara, berdasarkan Survei SMRC pada Juni 2022, mengisyaratkan pengetahuan dasar masyarakat tentang Pancasila masih belum optimal, karena memiliki skor 64,6 atau dalam kategori sedang. Hasil survei SMRC tersebut juga mengungkapkan komitmen publik terhadap nilai-nilai Pancasila, dan bagaimana nilai-nilai Pancasila itu direalisasikan dalam kehidupan berbangsa, masih berada dalam level moderat atau sedang-sedang saja.

"Berbagai hasil survei tersebut menjadi alarm bahwa penguatan nilai kebangsaan, salah satunya melalui vaksinasi ideologi menggunakan vaksin Empat Pilar MPR RI harus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. Sehingga bisa semakin meningkatkan ketangguhan dan imunitas bangsa sekaligus merekatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Jika tidak, 'ongkos' yang harus ditanggung sangat besar. Antara lain dalam bentuk maraknya radikalisme dan terorisme, hingga disintegrasi dan perpecahan bangsa," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut turut hadir para pimpinan MPR RI lainnya antara lain, Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Hidayat Nur Wahid, dan Fadel Muhammad. Sedangkan pimpinan MPR RI Syarif Hasan dan Arsul Sani hadir secara virtual.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT