Bamsoet & GERAK BS Beri Bantuan Makanan-Pakaian ke Korban Gempa Cianjur

ADVERTISEMENT

Bamsoet & GERAK BS Beri Bantuan Makanan-Pakaian ke Korban Gempa Cianjur

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 17:32 WIB
MPR RI
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama organisasi Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS) menyalurkan satu truk bantuan untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur. Bantuan tersebut meliputi, perlengkapan mandi, selimut, alas tidur, susu, makanan dan air mineral, popok bayi, tenda pleton, dan pakaian layak pakai.

"Bantuan diserahkan secara langsung oleh Ketua Umum GERAK BS Dwi Aroem Hadiatie bersama para pengurus GERAK BS lainnya seperti Andri Noviar, dr. Zaini, Reza, Danik, Susan, Rika, dan Jane. Mekanisme penyaluran bantuan disampaikan melalui berbagai posko terkait dan masyarakat langsung di lokasi bencana. Diantaranya ke Rumah Tahfidz Al Amin Karim di Desa Benjot.Kecamatan Cugenang, serta Pesantren Gentur di Kecamatan Warungkondang. Tim GERAK BS juga meninjau RS Bhayangkara Cianjur," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (1/12/2022)

Terkait hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini pun mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo bersama para menterinya yang terjun langsung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan sekaligus mempercepat penanganan pemulihan masyarakat pasca gempa.


Selain bantuan dari pemerintah, Bamsoet menyebut saat ini bantuan dari berbagai kalangan masyarakat juga telah berdatangan. Menurutnya, hal ini menunjukan ikatan persaudaraan yang kuat.

"Presiden Joko Widodo menyampaikan masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat akan mendapatkan bantuan Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan sebesar Rp 10 juta. Presiden Joko Widodo juga sudah menginstruksikan Kementerian PUPR untuk membangun kembali rumah warga yang menjadi korban gempa dengan menggunakan standar bangunan anti gempa," jelasnya.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini pun menambahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Selasa (22/11) pukul 17.00 WIB, terdapat 268 jiwa korban meninggal, serta 151 korban hilang. Sementara jumlah masyarakat yang mengungsi sebanyak 58.362 orang, luka-luka 1.083 orang, kerusakan infrastruktur seperti rumah rusak total berjumlah 22.198 unit.

"Saudara-saudara kita yang saat ini sedang mengungsi juga sudah mendapatkan fasilitas lebih baik. Tenda besar telah didirikan baik dari BNPB, pemerintah, TNI/Polri dan bantuan lembaga lainnya. Dapur umum juga telah beroperasi," pungkas Bamsoet.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT