Ketua Parlemen Turki Akan Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

ADVERTISEMENT

Ketua Parlemen Turki Akan Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 17:04 WIB
Bamsoet dan Ketua Parlemen Turki
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima telepon Ketua Parlemen Turki H.E. Mr. Mustafa Sentop yang menyampaikan duka cita atas musibah gempa di Kabupaten Cianjur, Senin (21/11). Dalam obrolan tersebut, Bamsoet juga menyampaikan duka cita atas musibah gempa dengan magnitudo 6,1 yang terjadi di Turki pada Rabu dini hari waktu Turki.

"Ketua Parlemen Turki H.E. Mr. Mustafa Sentop menyampaikan Turki melalui Bulan Sabit Merah akan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk para korban gempa di Kabupaten Cianjur, dengan berkoordinasi melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak terkait lainnya. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Turki terhadap Indonesia, sekaligus menunjukan bahwa duka Indonesia juga menjadi duka bagi Turki," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (23/11/2022).

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan BNPB hingga Selasa (22/11) pukul 17.00 WIB, terdapat 268 jiwa korban meninggal dunia, serta 152 korban hilang akibat gempa bumi di Cianjur. Sedangkan, masyarakat yang mengungsi jumlahnya mencapai 58.362 orang, luka-luka 1.083 orang, serta kerusakan infrastruktur seperti rumah rusak berjumlah 22.198 unit.

Sementara gempa di Turki menyebabkan 22 orang luka-luka, serta tidak menyebabkan korban meninggal dunia.

"Indonesia dan Turki merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi dalam hal bencana gempa. Turki menjadi salah satu negara paling rawan gempa karena berada di garis patahan bumi. Sementara Indonesia, rawan gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Tidak salah jika Indonesia dan Turki saling meningkatkan kerja sama, baik dalam hal penanganan bencana gempa maupun dalam hal mengantisipasi potensi bencana gempa," jelasnya.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini pun mengatakan kerja sama Indonesia dengan Turki terhadap penanganan bencana sudah terjalin sejak lama, baik dari sisi pemerintahan maupun antar masyarakat. Misalnya pada tahun 2020, Muhammadiyah AID menyerahkan bantuan untuk korban bencana gempa ke Pemerintah Daerah Bornova, Izmir, Turki.

Dan sebelumnya pada tahun 2011, Pemerintah Indonesia juga memberikan bantuan sebesar USD 1 juta atau sekitar Rp 8,93 miliar kepada Pemerintah Turki saat Turki diguncang gempa dengan magnitudo 7,2.

"Saat Indonesia menghadapi musibah gempa dengan magnitudo 7,7 di Palu pada tahun 2018 lalu, Turki juga mengirimkan bantuan melalui Bulan Sabit Merah Turki. Tidak hanya terhadap bencana gempa, pemerintah Turki juga mendukung Pemerintah RI dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Dukungan tersebut berupa bantuan alat-alat kesehatan terdiri dari 50 set ventilator dan 600.000 box obat-obatan senilai lebih dari Rp 100 miliar," pungkas Bamsoet.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT