MPR Gelar Rapat Pimpinan, Ini yang Dibahas

ADVERTISEMENT

MPR Gelar Rapat Pimpinan, Ini yang Dibahas

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 15:56 WIB
Rapat pimpinan MPR
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan pimpinan MPR RI lainnya sepakat agenda Sidang Paripurna MPR RI dalam rangka Pembentukan Panitia Ad Hoc untuk menyiapkan rancangan Keputusan MPR RI terkait Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) ditunda pelaksanaannya tahun depan.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menyampaikan setelah sebelumnya tertunda karena berbagai agenda kenegaraan seperti G-20 hingga Forum MPR Dunia, Sidang Paripurna MPR RI tertunda lantaran kondisi duka mendalam akibat gempa bermagnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur.

Hingga Minggu (27/11), BMKG melaporkan telah terjadi 285 gempa susulan di Kabupaten Cianjur. Sedangkan laporan BNPB mencatat, hingga Minggu (27/11), korban meninggal dunia mencapai 321 jiwa, korban hilang 11 jiwa, jumlah pengungsi mencapai 73.874 jiwa yang tersebar di 325 titik pengungsian di 15 kecamatan. Semenara itu, terdapat 62.628 total rumah rusak, terdiri dari 27.434 rumah rusak berat, 13.070 rumah rusak sedang, dan 22.124 rumah rusak ringan.

"MPR RI telah terjun langsung ke lokasi bencana gempa di Kabupaten Cianjur untuk menolong saudara sebangsa yang menjadi korban. Antara lain melalui Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan yang telah terjun di malam pertama terjadinya gempa (21/11/22), maupun melalui Relawan 4 Pilar MPR RI yang terjun bersama organisasi kemasyarakatan Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS). Pada minggu ini, MPR RI juga akan mengumpulkan bantuan dari para anggota, Fraksi, maupun kelompok DPD, untuk bersama-sama bergotong royong meringankan beban warga Kabupaten Cianjur yang terdampak musibah gempa," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (28/11/2022).

Hal ini ia sampaikan usai memimpin Rapat Pimpinan MPR RI, di Komplek MPR/DPR/DPD RI, di Jakarta hari ini.

Ketua DPR RI ke-20 ini pun menjelaskan Relawan 4 Pilar MPR RI bersama GERAK BS telah mengirimkan satu truk bantuan kemanusiaan. Bantuan ini terdiri dari perlengkapan mandi, selimut, alas tidur, susu, makanan dan air mineral, popok bayi, tenda pleton, hingga pakaian layak pakai.

Tak hanya itu, kata Bamsoet, mereka juga telah bertemu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di lokasi bencana untuk membantu penanganan kesehatan korban gempa.

"Bantuan kemanusiaan masih akan terus disalurkan oleh Relawan 4 Pilar MPR RI bersama GERAK BS. Pada hari ini mereka sudah kembali terjun ke berbagai titik pengungsian untuk menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan. Bahkan Relawan 4 Pilar MPR RI bersama GERAK BS juga membantu pengobatan Shafiqa Al Mahyra, bayi berusia 6 bulan yang mengalami Hidrosefalus yang menjadi korban gempa. Saat ini Shafiqa sudah dibawa oleh Tim Medis Relawan 4 Pilar MPR RI bersama GERAK BS ke RSUD Cimacan, untuk selanjutnya menunggu jadwal operasi oleh dokter bedah. Seluruh biaya ditanggung oleh Relawan 4 Pilar MPR RI bersama GERAK BS," jelasnya.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini pun menyampaikan dalam Rapat Pimpinan MPR RI hari ini, pihaknya kembali menegaskan soal pembentukan Forum MPR Dunia yang secara resmi terbentuk pada 26 Oktober 2022 di Bandung dengan melibatkan Majelis Syuro, Majelis Syuyukh, atau Lembaga Parlemen Sejenis MPR lainnya dari 15 negara dunia.

Ia menyebut pembentukan forum ini bukan untuk menegasikan tugas dan fungsi, serta kewenangan diplomasi parlemen yang diemban DPR RI melalui PUIC, IPU maupun berbagai lembaga internasional lainnya, melainkan untuk meningkatkan kerja sama.

"Forum MPR Dunia merupakan wadah baru bagi lembaga sejenis MPR yang terdapat di berbagai negara dunia, untuk meningkatkan kerja sama mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Sehingga bisa mengatasi berbagai tantangan dunia yang menjadi kepentingan bersama, seperti masalah kemanusiaan, sumber daya alam, lingkungan hidup, keadilan, peran perempuan, hingga generasi muda," urainya.

Wakil Ketua Umum FKPPI ini pun mengatakan sebagai tahap awal, saat ini baru 15 negara yang hadir menjadi deklarator sekaligus anggota. Namun, Bamsoet menyebut Forum MPR Dunia akan berkembang lebih luas ke depannya. Dengan demikian, keanggotaannya dapat semakin inklusif melibatkan berbagai Majelis Syuro, Majelis Syuyukh, atau Lembaga Parlemen Sejenis MPR Lainnya dari berbagai negara dunia, khususnya yang belum terakomodir di PUIC maupun di IPU.

Sebagai tindak lanjut atas terbentuknya Forum MPR Dunia, kata Bamsoet, MPR RI melalui Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid akan membentuk Tim Kerja untuk merumuskan visi, misi, tata tertib, program kerja, hingga syarat keanggotaan Forum MPR Dunia.

Nantinya, hasil dari Tim Kerja tersebut akan dilanjutkan sebagai usulan dari MPR RI dalam rapat Komite Kerja bersama perwakilan 15 parlemen yang menjadi deklarator sekaligus anggota Forum MPR Dunia. Adapun kegiatan ini rencananya akan diselenggarakan akhir 2022 atau awal 2023.

"Jika visi, misi, tata tertib, dan program kerja, serta berbagai hal teknis lainnya sudah selesai dibahas, kita berharap Forum MPR Dunia bisa segera bekerja untuk memberikan berbagai hasil nyata. Khususnya dalam mendorong kerja sama yang lebih erat baik secara bilateral, regional atau pun multilateral. Mengingat Multi track diplomacy dipercaya akan mampu memberikan pencapaian yang efektif, guna mendukung cita-cita percepatan pembangunan global, yang hanya bisa dicapai melalui kerja sama intensif antar berbagai negara," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, dalam acara ini, turut hadir para pimpinan MPR RI lainnya antara lain, Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Hidayat Nur Wahid, dan Fadel Muhammad. Sedangkan pimpinan MPR RI Syarif Hasan dan Arsul Sani hadir secara virtual.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT