Bamsoet Dorong Adanya Peningkatan Kualitas Kebun Binatang

ADVERTISEMENT

Bamsoet Dorong Adanya Peningkatan Kualitas Kebun Binatang

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 17:17 WIB
Bamsoet
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Pelindung Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan hingga kini masih ada sebagian masyarakat yang menganggap kebun binatang hanya sebagai wahana rekreasi. Selain tempat hiburan rakyat yang sehat dan terjangkau bagi masyarakat dan biasa dikunjungi pada masa liburan sekolah, libur hari raya, atau pada setiap akhir pekan. Menurutnya, kebun binatang juga memiliki beberapa fungsi lain yang sangat penting.

"Salah satu fungsi penting kebun binatang sebagai lembaga konservasi satwa. Artinya kebun binatang menjalankan fungsi melindungi, melestarikan, dan 'mensejahterakan' satwa. Untuk itu, konservasi harus ditopang oleh penyediaan habitat yang sesuai dan terjaga kualitas lingkungannya. Dengan konservasi, kita menghindarkan satwa dari ancaman kepunahan dan mempertahankan keseimbangan ekosistem," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Kamis (1/12/2022).

Hal ini Bamsoet sampaikan saat membuka Rakornas Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia di Bali, Kamis malam (24/11) lalu.

Bamsoet menjelaskan kebun binatang juga berfungsi sebagai sebagai sarana edukasi. Kebun binatang menjadi wahana yang tepat untuk memperkenalkan ragam satwa kepada masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian satwa yang dilindungi.

Di samping itu, kebun binatang juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan riset dan penelitian, guna mendapatkan berbagai temuan baru yang sangat bermanfaat bagi pelestarian satwa, termasuk upaya penangkaran untuk menjaga kemurnian jenisnya.

Kebun binatang pun berfungsi sebagai penyedia ruang terbuka hijau (RTH). Dari sudut pandang ekologi, kehadiran RTH berfungsi sebagai paru-paru kota yang menyediakan oksigen dan menurunkan suhu udara, sekaligus menjadi area resapan air.

Sebagaimana diketahui, di beberapa kota besar di Indonesia kualitas udaranya sangat buruk. Miminmya area resapan air juga berpotensi menyebabkan bencana banjir.

"Idealnya, RTH di setiap wilayah mencapai 30 persen dari total wilayah. Saat ini, belum semua wilayah menyediakan area RTH yang memadai. Karena itu, area kebun binatang harus dipertahankan, bahkan jika perlu lebih diperluas lagi sebagai bagian dari RTH yang terlindungi," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, dalam pengelolaan kebun binatang tentu tidak dapat mengabaikan dimensi ekonomi. Karenanya, selaras dengan tema Rakornas PKBSI, momentum pemulihan ekonomi yang sedang sama-sama diperjuangkan saat ini, harus dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk menata kembali pengelolaan kebun binatang.

Pengelolaan kebun binatang dilakukan agar semakin maju, memiliki kemampuan dan ketahanan ekonomi, dan yang tidak kalah pentingnya adalah profesional.

"Upaya tersebut harus menjadi langkah terintegrasi, melibatkan semua stakeholders, dan didukung oleh sikap keberpihakan dari segenap pemangku kepentingan. Karena di tengah tantangan dan dinamika zaman yang semakin kompleks, kita membutuhkan spirit kebersamaan. Kita harus ingat, keberadaan kebun binatang tidak semata-mata merepresentasikan diri sendiri, tetapi juga menyangkut hajat hidup berbagai entitas perekonomian lain di sekitarnya. Utamanya para pelaku usaha kecil dan menengah," pungkas Bamsoet.

Acara tersebut, turut hadir antara lain Wakil Gubernur Provinsi Bali Tjokorda Oka Artha Ardana, Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Plh Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup Indra Eksploitasi, Kepala BKSDA Bali Agus Budi Santosa, serta Ketua Umum PKBSI Rahmat Shah serta 134 pemilik lembaga konservasi.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT