Tatang Si Bangor Bantah Money Politics soal Amplop Pemilihan LPM Depok

ADVERTISEMENT

Tatang Si Bangor Bantah Money Politics soal Amplop Pemilihan LPM Depok

Devi Puspitasari - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 16:56 WIB
Tatang Jauhari alias Si Bangor (kiri) menjelaskan soal amplop pemilihan ketua LMP.
Tatang Jauhari alias Si Bangor (kiri) menjelaskan soal amplop pemilihan ketua LMP. (Devi Puspitasari/detikcom)
Depok -

Tatang Jauhari alias Si Bangor mengaku memberikan amplop terkait pemilihan calon ketua lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Tatang mengungkap alasannya memberikan amplop berisikan uang tunai senilai Rp 1 juta kepada 22 orang.

"Ya kan saya bilang angin surga, semua angin surga menjanjikan, menjanjikan semua. Sambutannya luar biasa," ujar Tatang kepada wartawan di Sawangan, Depok, Kamis (30/11/2022).

Ia menyebut orang-orang yang diberikan amplop memberikan respons positif. Namun kenyataannya ia tak terpilih menjadi ketua LPM dan hanya memperoleh 2 suara.

"Ternyata bukan buah manis, malah buah pahit," kata Tatang.

Ia mengaku telah berkomunikasi dengan RW setempat. Tatang siap berjuang.

"Saya siap jihad sabilillah," lanjutnya.

Tatang Klaim Beri Uang ke 22 Orang

Tatang mengaku sudah memberikan uang Rp 1 juta kepada 22 orang. Wartawan diperlihatkan daftar nama-nama yang diklaimnya sudah diberi uang.

Sebanyak 22 orang di antara total 43 daftar nama tersebut merupakan pengurus RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda dan perempuan.

"Amplop yang dikeluarkan semua totalnya 22, Rp 1 juta per amplop kepada RT dan perwakilan dibagikan dengan tokoh agama, dibagikan dengan tokoh perempuan atau kader," ujar Tatang.

Tatang mengaku, dari 22 amplop tersebut, 4 orang belum mengembalikan kepadanya. Tatang mengaku dirinya tidak berniat melakukan money politics dalam pemilihan ketua LPM tersebut.

"Saya tidak ada indikasi money politics, pure. Saya tidak punya uang hanya ada Rp 300 ribu, tapi alhamdulillah saya bisa duduk menjadi pengantin, dapat 48 suara pada saat 3 tahun yang lalu," tepis Tatang.

Tatang juga mengatakan dia tidak berniat menggunakan uang dalam pemilihan LPM tersebut. Tatang menganggap hal ini sudah seperti budaya.

"Karena sudah budaya kalau saya pikir-pikir ya, mungkin orang tidak vokal. Saya dari awal tidak mau begitu, saya orang organisasi," lanjut Tatang.

(isa/mei)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT