Si Bangor Klaim Beri Amplop Pemilihan Ketua LPM ke 22 RW-Tokoh di Depok

ADVERTISEMENT

Si Bangor Klaim Beri Amplop Pemilihan Ketua LPM ke 22 RW-Tokoh di Depok

Devi Puspitasari - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 15:52 WIB
Tatang Jauhari alias Si Bangor (kiri) menjelaskan soal amplop pemilihan ketua LMP.
Tatang Jauhari alias Si Bangor (kiri) menjelaskan soal amplop pemilihan ketua LMP. (Devi Puspitasari/detikcom)
Depok -

Tatang Jauhari alias Si Bangor mengaku memberikan amplop untuk pemilihan calon ketua lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok. Tatang mengaku sudah memberikan uang Rp 1 juta kepada 22 orang.

"Amplop yang dikeluarkan semua totalnya 22, Rp 1 juta per amplop kepada RT dan perwakilan dibagikan dengan tokoh agama, dibagikan dengan tokoh perempuan atau kader," ujar Tatang kepada wartawan di Sawangan, Depok, Kamis (30/11/2022).

Wartawan diperlihatkan daftar nama-nama yang diklaimnya sudah diberi uang. Sebanyak 22 orang di antara total 43 daftar nama tersebut merupakan pengurus RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda dan perempuan.

Tatang mengaku, dari 22 amplop tersebut, 4 orang belum mengembalikan kepadanya. Tatang mengaku dirinya tidak berniat melakukan money politics dalam pemilihan ketua LPM tersebut.

"Saya tidak ada indikasi money politics, pure. Saya tidak punya uang hanya ada Rp 300 ribu, tapi alhamdulillah saya bisa duduk menjadi pengantin, dapat 48 suara pada saat 3 tahun yang lalu," tepis Tatang.

Tatang juga mengatakan dia tidak berniat menggunakan uang dalam pemilihan LPM tersebut. Tatang menganggap hal ini sudah seperti budaya.

"Karena sudah budaya kalau saya pikir-pikir ya, mungkin orang tidak vokal. Saya dari awal tidak mau begitu, saya orang organisasi," lanjut Tatang.

Tatang kemudian menjelaskan para RW yang sudah mengembalikan amplop tersebut berupa perwakilan. Dia mengaku kecewa kepada RW yang sudah menjanjikan akan memilihnya, nyatanya ia kalah dengan perolehan 2 suara.

"Uang dikembalikan bukan dari tangan beliau, dari perwakilan. Niat baik tidak ada bagaimana itu tokoh masyarakat, bagaimana etikanya? Banyak angin surga sangat luar biasa," lanjut Tatang.

Tatang Jauhari mengaku dirinya menggunakan uang agar konstituen memilihnya. Sebab, menurutnya, calon yang lain juga menggunakan uang.

"Karena semuanya pakai uang bukan saya doang. Iya saya lakukan," imbuhnya.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya....



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT