KPK Duga Rektor Unila Kumpulkan Uang Suap Lewat Orang Kepercayaan

ADVERTISEMENT

KPK Duga Rektor Unila Kumpulkan Uang Suap Lewat Orang Kepercayaan

M Hanafi - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 15:35 WIB
Gedung baru KPK
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Rektor Universitas Lampung (Unila) mengumpulkan dan menerima suap lewat orang kepercayaannya. Kemudian uang itu digunakan untuk meluluskan calon mahasiswa baru (maba) yang hendak berkuliah di Unila.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebutkan hal itu terungkap dalam pemeriksaan sejumlah saksi yang dilakukan penyidik pada Rabu (30/11/2022). Para saksi dicecar di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

"Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain masih seputar adanya penerimaan dan pengumpulan uang oleh Tersangka Karomani melalui orang kepercayaannya agar bisa meluluskan titipan mahasiswa baru dari beberapa pihak," kata Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (1/12).

Adapun sejumlah saksi yang dimintai keterangan itu berasal dari pegawai negeri sipil (PNS). Mereka antara lain Sulaemi, Arif Sugiono, Esmail Newawi, Ahmad Sulaiman, dan Nizamudin.

Selain itu, penyidik mencecar anggota Tim Tik UTBK SNMPTN wilayah Barat, yakni Martinus, serta seorang wiraswasta bernama Hamdani. Sejatinya, KPK turut memanggil seorang dokter bernama Razmi dan PNS bernama Faried. Ali menyebutkan keduanya bakal diperiksa ulang lantaran tidak hadir.

KPK Bakal Panggil Zulhas dan Utut Jika Dibutuhkan

Diberitakan sebelumnya, Rektor Universitas Lampung Prof Karomani mengatkaan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) hingga anggota DPR RI Fraksi PDIP Utut Adianto menitipkan keponakan untuk masuk ke kampusnya. Hal itu terungkap dalam persidangan terhadap terdakwa Andi Desfiandi.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebutkan pernyataan itu bakal dikonfirmasi dan didalami lebih lanjut. Tak tertutup kemungkinan KPK juga akan memanggil jika jaksa membutuhkan keterangan.

"Semua fakta sidang pasti akan di konfirmasi dan didalami. Bila dibutuhkan keterangan sebagai saksi, jaksa juga akan memanggilnya untuk dikonfirmasi," kata Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (1/12/2022).

Ali menuturkan pernyataan Karomani itu juga bakal dianalisis lebih lanjut. Hal itu guna memastikan kecocokannya dengan alat bukti lain yang dapat menjadi sebuah fakta hukum.

"Berikutnya akan dianalisis lebih lanjut untuk menilai dan memastikan apakah fakta sidang ada keterkaitan dengan alat bukti lain sehingga membentuk sebuah fakta hukum," tutup Ali.

Kesaksian Karomani itu muncul di sidang saat dirinya menjadi saksi untuk terdakwa Andi Desfiandi di kasus suap penerimaan mahasiswa baru Unila.

Pengakuan ini diutarakan Karomani saat JPU KPK menunjukkan satu buku catatan yang berisi nama-nama orang yang menitipkan mahasiswa di Universitas Lampung.

"Ini ada nama Zulkifli yang menitipkan mahasiswa bernama Zaky Algifari, siapa Zulkifli ini," tanya JPU pada sidang lanjutan di PN Tanjung Karang, dikutip dari detikSumut, Rabu (30/11/2022).

"Iya itu Pak Menteri Zulkifli Hasan," jawab Karomani.

Bukan hanya Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto juga menitipkan calon mahasiswa baru ke Rektor Universitas Lampung, Prof Karomani. Calon mahasiswa titipan Utut bernama Nadyanka Zafirah.

Nama Nadyanka atau calaon mahasiswa baru tertulis dari 23 nama yang dibeberkan oleh JPU KPK dalam sidang lanjutan di PN Tanjung Karang Bandar Lampung.

Berdasarkan catatan JPU KPK, Utut menitipkan seorang mahasiswi atas nama Nadyanka Zafirah.

"Itu Utut siapa," kata JPU KPK, Rabu (30/11/2022).

"Yang saya tahu dia adalah anggota DPR RI, namun saya tidak tahu apa jabatannya," jawab Karomani.

Menurut Karomani, pada saat pembicaraan terkait penitipan mahasiswa, dia tidak bertemu langsung dengan Utut.

"Pak Utut nemuin saya melalui stafnya," ujar Karomani.

Zulhas Bantah

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membantah kesaksian Karomani. Zulhas mengaku tidak pernah punya keponakan yang mendaftar ke Unila.

"Saya tidak punya ponakan yang daftar ke Unila," kata Zulhas ketika dimintai konfirmasi, Rabu (30/11).

Zulhas menegaskan dia tidak pernah memberikan sogokan apa pun ke Unila. Dia mengaku tidak mengenal Karomani. "Apalagi kasih uang, juga tidak kenal dengan Prof Karomani," ujarnya.

Zulhas pun membantah tidak memiliki keponakan atas nama Zaky Algifari seperti yang disebut Karomani.

(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT