KPK Bicara Koreksi Pemanggilan Saksi, Singgung soal Effendi Gazali

ADVERTISEMENT

KPK Bicara Koreksi Pemanggilan Saksi, Singgung soal Effendi Gazali

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 14:03 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK mengaku sedang memperbaiki proses pemanggilan saksi suatu tindak pidana korupsi. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto mengatakan bila satuan tugas (satgas) yang berada di bawahnya patut mendapatkan koreksi perihal ini.

Awalnya dalam konferensi pers pada Selasa, 22 November 2022, Karyoto menjawab pertanyaan mengenai kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru yang menjerat Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani. Salah seorang wartawan menanyakan tentang ada tidaknya pemanggilan dari KPK untuk Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Karyoto lantas menjawab seperti ini:

"Kami kadang-kadang memang beberapa kali selalu bertanya-tanya ini kepada... Kalau yang kita panggil itu menghebohkan, contoh dulu kalau nggak salah Effendi Gazali. Setelah ditanya-tanya, mohon maaf, saya nggak tahu waktu itu pemeriksaan," ucap Karyoto.

"Pemeriksaan saksi itu adalah orang yang melihat atau mendengar terhadap suatu peristiwa pidana. Kalau hanya misalnya dalam suatu pihak, 'Oh saya ketemu ini, ketemu ini'. Kalau tidak perlu ya seharusnya tidak tetapi yang dipaksakan biar heboh. Kita nggak tahu ini," imbuh Karyoto.

Berkaitan dengan Zulkifli Hasan, Karyoto mengaku masih akan mengkajinya lebih dulu. Apabila peran Zulkifli Hasan dirasa tidak signifikan, maka KPK disebut Karyoto tidak perlu memanggil yang bersangkutan untuk menjadi saksi.

"Tapi yang ini akan kami dalami lagi apakah yang bersangkutan layak betul sebagai saksi dalam konstruksi perkara atau hanya karena ada dengar-dengar langsung dipanggil. Nah ini tentunya koreksi buat kami juga, nanti akan kami lihat ke dalam, satgas itu, bagaimana tentang urgensinya seseorang ini dipanggil dalam sebuah bangunan perkara," ucap Karyoto.

Tentang Effendi Gazali, pada tahun 2021, dirinya pernah dipanggil KPK sebagai saksi terkait kasus suap bansos COVID-19. Effendi Gazali kala itu menyebut namanya tidak ada dalam BAP atau Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Tadi udah terbukti bahwa nama saya tidak ada di BAP-nya Matheus Joko," kata Effendi, kepada wartawan, Kamis (25/3/2021).

Baca halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT