Eliezer Sebut Wanita Nangis di Rumah Sambo Pergi Pakai Mobil Pajero Hitam

ADVERTISEMENT

Eliezer Sebut Wanita Nangis di Rumah Sambo Pergi Pakai Mobil Pajero Hitam

Wilda Hayatun Nufus, Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 16:19 WIB
Bharada Richard Eliezer menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022). Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Susi dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan tersebut.
Bharada Richard Eliezer (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sosok wanita misterius yang menangis di rumah Ferdy Sambo di Bangka, Jakarta Selatan, masih jadi teka-teki. Wanita itu diketahui Bharada Richard Eliezer pergi dari rumah Sambo menggunakan mobil Pajero berwarna hitam.

Eliezer melihat wanita menangis itu di rumah Bangka pada Juni lalu. Dia menceritakan hal ini ketika diminta hakim bertanya apakah Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, pernah bertengkar.

Eliezer kemudian menceritakan hal ini. Dia mengatakan saat itu Putri dari rumah Saguling mengajak dia, Yosua, dan Mateus ke rumah Bangka. Sebelum ke rumah Bangka, mereka sempat berputar-putar di Jalan Kemang Raya, Jaksel.

Eliezer menyebut Putri lebih dulu tiba di rumah Bangka. Saat di rumah Bangka, wajah Putri terlihat seperti orang marah. Tak lama kemudian, Ferdy Sambo tiba dengan wajah marah. Setelah itu, ada rekan Sambo yang dipanggil 'Koh Erben' datang ke rumah tersebut.

Tidak diketahui wanita ini datang bersama Koh Erben atau seperti apa. Sebab, bersamaan dengan waktu Koh Erben datang di rumah Bangka, Eliezer sedang ke belakang rumah.

"Tiba-tiba almarhum bilang sama Mateus 'tidak ada selain kami berdua, maksudnya Yosua dan Mateus yang ada di dalam area rumah kediaman Bangka, semua nunggu di luar'," kata Eliezer di PN Jaksel, Rabu (30/11/2022).

Eliezer menyebut dia berjaga di depan rumah bersama Farhan dan Alfons. Kemudian di belakang ada Romer, Sadam, dan sejumlah asisten rumah tangga (ART) Sambo di rumah Bangka.

Tidak diketahui apa yang terjadi di dalam. Namun, sekitar dua jam kemudian ada wanita yang keluar dari rumah Sambo. Eliezer mengaku tidak pernah sama sekali melihat wanita itu. Wanita itu keluar dari rumah dalam kondisi menangis.

"Sekitar satu jam, dua jam, baru tiba-tiba ada orang keluar dari rumah. Pagar kami tutup, dia ketuk dari dalam rumah. Saya bilang Alfons 'ada orang keluar', dia buka pintu, tiba-tiba ada perempuan. Saya tidak kenal dia, nangis dia, baru ini (saya lihat), siapa ya? Karena saya nggak ada waktu dia datang. Saya lihat di di dalam ada Pak Erben juga di depan rumah," ucap Eliezer.

Saat itu wanita yang tidak diketahui Eliezer itu mencari driver-nya. Setelah bertemu dengan driver-nya, wanita itu langsung meninggalkan rumah Bangka.

"Perempuan itu bilang nanya driver dia di mana. Saya lari ke samping panggil driver-nya, mobil Pajero hitam kalau tidak salah, baru driver-nya datang, perempuan itu naik langsung pulang," ungkapnya.

Eliezer dalam sidang ini sebagai saksi dalam perkara Biripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. Eliezer juga terdakwa dalam kasus ini. Dia didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Simak Video: Ketakutan Eliezer Bisa Bernasib Seperti Yosua Jika Tolak Perintah Sambo!

[Gambas:Video 20detik]

(zap/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT