Warga Minta Harga Sewa Kampung Susun Bayam Rp 200 Ribu

ADVERTISEMENT

Warga Minta Harga Sewa Kampung Susun Bayam Rp 200 Ribu

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 12:25 WIB
Warga Minta Harga Sewa Kampung Susun Bayam Rp 200 Ribu (Anggi/detikcom)
Warga Minta Harga Sewa Kampung Susun Bayam Rp 200 Ribu (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Warga calon penghuni Kampung Susun Bayam (KSB) menuntut PT Jakarta Propertindo (JakPro) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI segera memberikan kunci hunian. Selain itu, warga meminta harga sewa Kampung Susun Bayam sekitar Rp 200 ribu.

"Tuntutannya pertama segera mungkin kita bisa masuk ke rusun, kedua segera mungkin kita ada penyerahan kunci, terus ketiga harga nominal sewa bisa terjangkau dengan masyarakat kecil," kata Ketua Koperasi Persaudaraan Warga Kampung Bayam, Asep Suwenda (54), di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2022).

Asep mengaku tetap keberatan dengan harga yang ditawarkan JakPro, yakni sebesar Rp 765 ribu. Menurutnya, warga ingin harga sewa Kampung Susun Bayam sama dengan rusun lain yang ada di Jakarta yakni berkisar Rp 200 ribu.

"Yang jelas kita berkaca dari kampung rusun di Akuarium dan di Kunir itu Rp 34 ribu dan ditambah hal-hal lain kisaran-kisaran Rp 200 ribu, harapannya itu, acuan kita sama dengan rusun Akuarium. Tapi yang jadi prioritas kita gimana supaya masuk ke rusun, harga sewa bisa dibicarakan lagi," tuturnya.

"Iya, (harga) acuan kita rusun yang sudah ada (kurang lebih Rp 200 ribu)," lanjut Asep saat ditanya apakah warga meminta harga sewa rusun sekitar Rp 200 ribu.

Selain itu, Asep ingin KSB dapat dikelola oleh koperasi, sama seperti rusun Akuarium. Namun, lanjutnya, saat ini prioritas utama warga adalah untuk segera mendapatkan kunci hunian.

"Mau kita siap (dikelola koperasi), justru harapan kita bisa dikelola oleh koperasi dan itu akan jadi agenda kita juga, kita ingin hunian ini dikelola koperasi," kata Asep.

Warga Minta Harga Sewa Kampung Susun Bayam Rp 200 Ribu (Anggi/detikcom)Ketua Koperasi Persaudaraan Warga Kampung Bayam, Asep Suwenda (Anggi/detikcom)

Lebih lanjut, Asep mengatakan warga akan terus mendirikan tenda di depan Balai Kota DKI, hingga tuntutan mereka dipenuhi. Dia berharap dapat bertemu dengan Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono hari ini.

"Kita sampai ada realisasi atau tanggapan dari Pj Gubernur, mudah-mudahan hari ini ada realisasi artinya keputusan yang memihak kepada masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya, Warga Kampung Bayam menggelar aksi di Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menuntut PT Jakarta Propertindo (JakPro) segera menyerahkan kunci hunian Kampung Susun Bayam (KSB).

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (1/12/2022), pukul 09.55 WIB, warga tampak memasang tenda di depan Balai Kota DKI. Mereka kompak memakai baju berwarna biru.

Selain itu, warga tampak membawa sejumlah atribut seperti spanduk, panci, termos air, dan peralatan dapur lainnya. Warga pun terlihat membawa bekal makanan.

"Kami menagih janji agar segera menghuni Kampung Susun Bayam, kami minta harga semurah-murahnya," demikian isi tulisan di poster yang dibawa warga.

JakPro Tawarkan Harga Sewa Rp 765 ribu

PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengatakan harga sewa Kampung Susun Bayam di dekat Jakarta Internasional Stadium (JIS) disesuaikan dengan Pergub Nomor 55 Tahun 2018. JakPro menyebut tarif tertinggi rusun tersebut Rp 765 ribu per bulan.

"Hari Jumat lalu telah kami sampaikan pada warga tentang tarif sewa sesuai pergub," kata Vice President Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo (JakPro) Syachrial Syarief kepada wartawan, Senin (28/11).

Tarif Kampung Susun Bayam ini masuk pada kategori terprogram dengan jenis bangunan tower dengan tarif tertinggi Rp 765 ribu pe bulan. Syachrial menyebut sebagian calon penghuni menerima tarif tersebut.

"Ya +/- 765 ribu. Sebagian menerima sebagian masih pikir-pikir," katanya.

Simak juga 'Kala Warga Gusuran Minta Jatah Kampung Susun Akuarium, Wagub DKI :Diatur Koperasi':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT