Kriminolog UI Tak Yakin Kematian Keluarga Kalideres Terkait Sekte

ADVERTISEMENT

Kriminolog UI Tak Yakin Kematian Keluarga Kalideres Terkait Sekte

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 05:04 WIB
Misteri kematian keluarga Kalideres terbaru
Foto: (Rumondang Naibaho/detikcom)
Jakarta -

Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Kisnu Widagso, memberikan analisis terkait kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Kisnu tak yakin kematian sekeluarga itu dilatarbelakangi kepercayaan atau sekte tertentu.

Hal itu didapatkan Kisnu dari posisi jenazah para korban yang menurutnya tidak seperti kebanyakan kasus bunuh diri yang berkaitan dengan sekte. Kisnu menjelaskan bahwa biasanya posisi kematian yang dilatarbelakangi sekte memiliki posisi tertentu, salah satunya membentuk segitiga.

"Kalau nggak salah posisi kematian korban terletak di ruangan yang terpisah, nah dalam banyak kasus bunuh diri yang latar belakangnya sekte biasanya orang-orang yang melakukan bunuh diri dengan landasan sekte kepercayaan dan sebagainya, itu biasanya membentuk formasi kematian tertentu, jaraknya berdekatan. Entah mereka membentuk lingkaran segitiga ataupun persegi. Nah dalam kasus Kalideres itu kan berbeda," kata Kisnu saat dihubungi, Rabu (30/11/2022).

Selain itu, kata Kisnu, dalam kasus bunuh diri atau kematian yang terkait dengan sekte, jenazah suami biasanya diletakkan di samping sang istri. Sementara, dalam kasus keluarga Kalideres, jenazah Rudyanto Gunawan (71) dan istrinya Renny Margaretha (68) ditemukan dalam kamar yang berbeda. Hal inilah yang meyakinkan Kisnu bahwa kasus ini tidak dilatarbelakangi sekte tertentu.

"Nah yang meyakinkan saya bahwa ini bukan masalah bunuh diri yang dilatarbelakangi kepercayaan itu biasanya begini, kalau orang tersebut melakukan bunuh diri dengan latar belakang agama dan kemudian dilakukan dalam waktu berbeda biasanya, misalnya si suami dan si istri akan diletakkan pada posisi yang bersebelahan. Jadi katakanlah bunuh diri jaraknya agak panjang, kenapa? Karena memang ada upaya untuk menyusun formasi tertentu, nah formasi tertentu itu biasanya suami bersebalahan dengan si istri," katanya.

Selanjutnya, Kisnu malah menduga kasus ini dilatarbelakangi adanya pihak yang ingin menguasai harta keluarga. Salah satu buktinya yakni adanya jarak kematian antara dua korban dan dua korban lainnya.

"Menurut saya, berdasarkan data informasi yang sementara ini dipublish oleh pihak kepolisian, saya menduga begini, salah satu dari empat orang itu, terutama yang meninggal belakangan, itu sepertinya punya keinginan untuk menguasai harta milik orang lain. Mungkin punya orang tuanya, ya pokoknya di antara keluarga itu lah," katanya.

"Jadi ingin menguasai harta milik keluarga, maka kemudian dia melakukan pembunuhan. Makanya kemudian kalau diperhatikan mayat pertama dan kedua itu mungkin, mungkin sekali lagi, itu meninggal pada saat yang relatif bersamaan," tambahnya.

Kendati demikian, Kisnu tidak menutup kemungkinan bahwa kasus ini berkaitan dengan sekte tertentu. Tetapi hal itu, katanya, harus disertai dengan pembuktian.

"Sekali lagi itu kan berdasarkan bacaan saya, kalau memang seperti itu (aliran sekte), ada kemungkinan seperti itu, sekali lagi tadi kan kata kuncinya adalah setiap kasus pembunuhan yang modelnya seperti ini, ini kan unik masing-masing kasus berbeda. Masing-masing kasus itu jarang ditemukan, jadi kalau memang kemudian ada indikasi ke sana, dengan bukti-bukti yang ada mengarah ke sana ya wajar, ya gapapa," katanya.

"Ya kalau misalnya di kasus lain tidak menunjukkan ciri begitu, ya itu yang punya menjadi sesuatu kemungkinan. Karena kan banyak hal sebenarnya yang masih jadi pertanyaan, misalnya sebab kematian, misalnya itu tadi benar nggak kalau kita temukan mantra kita temukan apa, apakah benar latar belakangnya pasti satu kasus bunuh diri karena masalah sekte, didorong oleh keyakinan atau kepercayaan, ya besar kemungkinan iya, tapi sekali lagi kan butuh penjelasan," tambahnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap adanya kecenderungan anggota keluarga Kalideres positif melakukan sebuah ritual tertentu. Polisi masih mendalami keterkaitan ritual yang dilakukan Budyanto Gunawan (68) ini dengan motif kematian keluarga Kalideres.

"Adanya fakta bahwa kecenderungan ritual tertentu apakah ini menentukan motif, ini akan kami dalami lagi," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/11).

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya..

Simak juga 'Saksi Mata: Misteri Kematian Satu Keluarga di Kalideres':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT