Putusan Belum Siap, Sidang Vonis Bupati Koltim Andi Merya Ditunda

ADVERTISEMENT

Putusan Belum Siap, Sidang Vonis Bupati Koltim Andi Merya Ditunda

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 16:28 WIB
Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya terjaring OTT KPK bersama 5 orang lain (Instagram @ andi_merya_nur)
Foto: Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya terjaring OTT KPK bersama 5 orang lain (Instagram @ andi_merya_nur)
Jakarta -

Sidang pembacaan vonis Bupati Kolaka Timur, Andi Merya, di kasus suap Rp 3,4 miliar terkait pengajuan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) Kabupaten Kolaka Timur 2021, ditunda. Sidang ditunda karena putusan belum rampung.

"Karena putusan belum rampung sidang putusan untuk terdakwa Andi Merya ditunda," ujar Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2022).

Hakim Suparman mengatakan sidang pembacaan vonis terhadap Andi Merya akan kembali digelar pada Senin (5/12) depan.

"(Sidang) akan kembali dilakukan pada 5 Desember 2022," ujarnya.

Sementara itu, pengacara Andi Merya, Zaidin Ahkam mengaku kaget sidang putusan kliennya ditunda. Dia menyebut Andi Merya telah siap mengikuti sidang vonis hari ini.

"Kalau kaget sih ya pasti kaget karena kita kan sudah sangat siap menunggu hasil putusan ini, tapi karena Majelis belum merampungkan putusan ya mau nggak mau kita harus terima," ujar Zaidin Ahkam.

Dia mengatakan pihaknya akan menunggu hingga jadwal persidangan selanjutnya. Dia berharap Andi Merya akan mendapatkan vonis ringan.

"Kita menunggu ini saja, menunggu dari kesiapan Majelis karena nggak mungkin juga kita paksakan kalau belum rampung kan. Sembari berdoa mudah-mudahan diberikan putusan seringan-ringannya," tuturnya.

Bupati Kolaka Timur Andi Merya Dituntut 4 Tahun Penjara

Sebelumnya, Bupati Kolaka Timur Andi Merya dituntut hukuman pidana 4 tahun penjara dalam kasus suap Rp 3,4 miliar berkaitan dengan pengajuan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) Kabupaten Kolaka Timur 2021. Jaksa menyebut terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

"Menuntut, supaya majelis hakim menyatakan terdakwa H Andi Merya Nur telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Jaksa menuntut terdakwa Andi Merya dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 5 bulan kurungan.

Jaksa mengatakan hal-hal memberatkan dalam tuntutan Andi Merya adalah perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa berterus terang, belum pernah dihukum, mempunyai tanggungan keluarga, bersikap sopan dalam persidangan.

Andi Merya dinyatakan bersalah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(zap/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT