Jalur Wisata Anyer Rusak, Legislator Minta Pemkot Cilegon Tertibkan Truk

ADVERTISEMENT

Jalur Wisata Anyer Rusak, Legislator Minta Pemkot Cilegon Tertibkan Truk

M Iqbal - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 15:07 WIB
Jalur Wisata Anyer di Cilegon Rusak Parah
Jalur wisata Anyer rusak. (Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Kondisi Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon rusak parah. Jalur wisata Anyer itu dalam kondisi retak-retak dan beberapa titik betonnya ambles.

Kondisi kerusakan jalan itu mengharuskan jalur tersebut diberlakukan contraflow lantaran kondisi jalan yang mengarah ke Cilegon mengalami kerusakan sehingga tak bisa dilalui. Kerusakan paling parah berada di jalur mengarah ke Cilegon.

"Ya, memang berawal dari tahun sebelumnya itu kan tidak dianggarkan oleh dinas terkait dalam hal ini DPUPR. Ada, nilainya juga tidak signifikan, 1 miliar waktu itu. Berkali-kali saya menyampaikan waktu itu bahwa JLS ini kan di samping aset daerah yang periode sebelumnya, ini juga kan sangat potensial untuk pergerakan perekonomian, wisata. Cuma saya tidak tahu, apa sih kok JLS tambah parah begini, rasanya bukan hanya soal itu saja, tapi banyak juga kan kecelakaan yang terjadi," kata Wakil Ketua DPRD Cilegon, Hasbi Sidik, Rabu (30/11/2022).

Menurutnya, kondisi kerusakan jalan salah satunya disebabkan truk-truk kelebihan muatan yang tiap hari menggunakan jalur tersebut. Hasbi mengatakan banyak truk pasir dalam kondisi basah lewat dan parkir di pinggir jalan.

"Memang seolah-olah kita pemerintah ini tidak lost control terhadap penggunaan anggaran tersebut. Misalnya, dengan banyaknya penambang atau mobil-mobil truk pengambil pasir untuk ke Jakarta. Sebelum jalan itu kan mereka ngetem, parkir di pinggir, ini kan bahaya. Sebab, pasirnya kan sudah bercampur air, pasirnya juga mengandung lumpur, terus beban juga berbeda antara mobil itu jalan sama nggak," ujarnya.

Jalur Wisata Anyer di Cilegon Rusak ParahJalur Wisata Anyer di Cilegon Rusak Parah (Iqbal/detikcom)

Hasbi meminta pemerintah membuat aturan tegas terkait truk kelebihan muatan dengan mengatur tonase. Menurutnya, Pemerintah kota punya kewenangan menertibkan truk obesitas itu lantaran jalan tersebut punya Pemkot.

"Saya sebenarnya kepengin ada aturan yang jelas, misalnya tentang aturan muatan. Saya pengen punya Perwal kalau nggak ada perdanya yang membatasi beban atau tonase mobil-mobil itu, karena ini penting. Kalau tidak ada kejelasan dari pemerintah atau upaya yang konkret dari dinas terkait ya akan seperti ini," katanya.

(knv/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT