Jelang Uji Kepatutan Yudo, Ini Tantangan Panglima TNI Menurut Pimpinan DPR

ADVERTISEMENT

Jelang Uji Kepatutan Yudo, Ini Tantangan Panglima TNI Menurut Pimpinan DPR

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 11:31 WIB
Sufmi Dasco Ahmad.
Sufmi Dasco Ahmad (Dwi Rahmawati/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan ada kemungkinan fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan calon panglima TNI Laksamana Yudo Margono dilakukan pekan depan. Menjelang pelaksanaan, Dasco memaparkan sejumlah tantangan yang harus dihadapi panglima TNI.

"Ya saya pikir Panglima TNI harus menjelaskan secara sistematis, bagaimana peran serta atau peran aktif TNI dalam menghadapi, bersama-sama. Mengantisipasi tantangan atas dampak ekonomi global ke depan yang kita tidak akan bisa hindari," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Menurut Dasco, dampak ekonomi global tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi juga banyak negara. Ia meminta calon panglima TNI bisa mengantisipasi hal tersebut.

"Nah, oleh karena itu, tantangan ke depan adalah bagaimana panglima TNI bisa memberikan kontribusi TNI, terutama dalam turut serta mengantisipasi hal tersebut," kata dia.

Pimpinan DPR menghormati penunjukan calon panglima TNI oleh presiden. Menurutnya, keputusan menunjuk Yudo pasti disertai pertimbangan kebutuhan.

"Namun, terpulang kepada presiden selaku panglima tertinggi yang mempunyai hak prerogatif untuk kemudian memilih sesuai dengan kebutuhan yang ada pada saat ini. Dan itu kemudian jatuh pilihannya kepada Pak Yudo dan kemudian kita mesti hormati," sambungnya.

Mekanisme Uji Kepatutan

Sebelumnya, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan perkembangan mengenai jadwal uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon panglima TNI Laksamana Yudo Margono. Dasco mengatakan ada kemungkinan fit and proper test terhadap Laksamana Yudo digelar pekan depan.

Dasco mulanya menjelaskan mekanisme calon panglima TNI di DPR. Dasco mengatakan saat ini pihaknya sedang mencocokkan waktu untuk menggelar rapat pimpinan (rapim) setelah menerima surat presiden (surpres) calon panglima TNI.

"Jadi saya sampaikan bahwa Bamus itu harus didahului dengan rapim. Nah sementara, rapim ini akan dilaksanakan kalau memenuhi kuorum. Nah, ini sedang mencari kecocokan waktu dari para pimpinan DPR yang memang sedang ada kegiatan," kata Dasco.

Selanjutnya, menurut Dasco, pimpinan DPR bakal membicarakan jadwal rapim dan badan musyawarah (bamus) untuk menugaskan Komisi I DPR terkait pelaksanaan fit and proper test. Dia mengatakan rapim dan bamus soal surpres calon panglima TNI baru akan digelar pekan depan.

(gbr/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT