Rotasi Matra di Balik Alasan Jokowi Pilih KSAL Jadi Panglima

ADVERTISEMENT

Rotasi Matra di Balik Alasan Jokowi Pilih KSAL Jadi Panglima

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 06:13 WIB
KSAL Laksamana Yudo Margono menjadi kandidat kuat calon Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal Andika Perkasa. Simak profilnya.
Foto: dok. TNI AL
Jakarta -

Nama KSAL Laksamana Yudo Margono telah diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke DPR RI untuk menggantikan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI. Jokowi menyebut adanya alasan rotasi matra di balik pemilihan Yudo.

"Satu, yang kita ajukan satu (calon), KSAL yang sekarang karena memang kita rotasi matra," kata Jokowi di Rumah Adat Radakng, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, seperti dikutip dari keterangan tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa (29/11/2022).

Diketahui bahwa Panglima TNI sebelumnya diisi Jenderal Andika Perkasa yang berasal dari Angkatan Darat (AD). Sebelumnya lagi diisi oleh Marsekal Hadi Tjahjanto yang berasal dari Angkatan Udara (AU).

Surat Presiden (Surpres) Panglima TNI ini telah disampaikan ke DPR oleh Mensekneg Pratikno pada Senin (28/11). Lalu, kapan Laksamana Yudo akan menjalani uji kelayakan atau fit and proper test?

Dasco: Pekan Depan

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan perkembangan mengenai jadwal uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. Dasco mengatakan kemungkinan fit and proper test terhadap Laksamana Yudo digelar pekan depan.

Dasco mulanya menjelaskan mekanisme calon panglima TNI di DPR. Dasco mengatakan saat ini pihaknya sedang mencocokkan waktu untuk menggelar rapat pimpinan (rapim) setelah menerima surat presiden (surpres) calon panglima TNI.

"Jadi saya sampaikan bahwa Bamus itu harus didahului dengan rapim. Nah sementara, rapim ini akan dilaksanakan kalau memenuhi kuorum. Nah, ini sedang mencari kecocokan waktu dari para pimpinan DPR yang memang sedang ada kegiatan," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11).

Komisi I Puji Sosok Laksamana Yudo

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid memuji sosok Laksamana Yudo. Dia mengatakan pihaknya telah mengenal Yudo cukup baik sebagai bagian dari mitra di komisinya.

"Lebih dalamnya nantiya tapi mungkin ini adalah beliau ini telah bermitra dengan Komisi I DPR cukup lama dengan posisi beliau sebagai KSAL jadi teman-teman Komisi I sudah cukup mengenal rekam jejak beliau," kata Meutya dalam unggahan video di akun Instagramnya, Selasa (29/11).

Meutya pun menyampaikan penilaiannya soal sosok Laksamana Yudo. Secara pribadi, Meutya mengatakan sudah mengenal Laksamana Yudo sejak menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I.

"Saya secara pribadi mengenal beliau sejak beliau Pangkogabwilhan ketika waktu itu terjadi insiden dengan Tiongkok di perairan Natuna. Sejak itu kami lihat kinerja beliau cukup baik meredam ketegangan di sana," kata Meutya.

Puan Siap Tindaklanjuti

Ketua DPR Puan Maharani umumkan Laksamana Yudo Margono sebagai calon tunggal Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa. Hal tersebut berdasarkan isi Surat Presiden (Surpres) tentang calon Panglima TNI yang diserahkan langsung Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

"Kami pimpinan DPR akan menindaklanjuti terkait dengan mekanisme yang ada di DPR untuk menugaskan Komisi terkait atau Komisi I untuk melaksanakan mekanisme terkait dengan pergantian atau pengangkatan Panglima TNI yang baru," kata Puan dilansir dari website resmi DPR, Selasa (29/11).

Puan juga menyampaikan, DPR punya waktu yang cukup untuk melaksanakan semua mekanisme sesuai Undang-Undang mengenai pengangkatan dan pergantian Panglima TNI, dan memastikan tidak akan ada mekanisme yang terlewat.

Simak video 'Jokowi Ungkap Alasan Pilih Yudo Margono Jadi Calon Panglima TNI':

[Gambas:Video 20detik]



Kapan Yudo fit and proper test? Simak di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT