Pengacara Bharada E: Kuat Ma'ruf-Ricky Ubah BAP soal Lihat Sarung Tangan Sambo

ADVERTISEMENT

Pengacara Bharada E: Kuat Ma'ruf-Ricky Ubah BAP soal Lihat Sarung Tangan Sambo

Wildan Noviansyah - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 10:21 WIB
Sidang Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir J dimulai. Bharada E melambaikan tangan sebelum sidang.
Bharada E dan Ronny Talapessy (A Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Pengacara Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Ronny Talapessy, menyebut Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf mengubah keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP) di kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Salah satu yang diubah adalah keterangan terkait sarung tangan Ferdy Sambo.

"Kami mencatat ada beberapa perubahan. Jadi saya kasih sedikit informasinya catatan kami terkait dengan sarung tangan," kata Ronny di PN Jaksel, Rabu (30/11/2022).

Ronny mengatakan Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf sebelumnya mengaku melihat Sambo mengenakan sarung tangan tersebut sebelum membunuh Yosua. Sementara itu, dalam BAP selanjutnya, mereka mengubah keterangan tersebut.

"Di mana Saudara RR dan KM menyampaikan mereka melihat sarung tangan. Tapi, pada BAP berikutnya, mereka mengubah keterangan," ujarnya.

Ronny menuturkan hal tersebutlah yang nantinya akan didalami dalam sidang hari ini. Dia akan mempertanyakan hal tersebut kepada Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.

"Itu yang jadi fokus kami. Titik krusial penting adalah mereka melihat sarung tangan tapi kenapa mereka mengubah," jelasnya.

Richard, Ricky Rizal, dan Kuat Saling Bersaksi

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf akan saling bersaksi di persidangan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat. Masing-masing menjadi saksi mahkota.

"Iya, saksinya RR dan RE," kata pengacara Kuat, Irwan Irawan, kepada wartawan, Selasa (29/11/2022).

Eliezer, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal Didakwa Terlibat Pembunuhan Berencana Yosua

Eliezer diketahui didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (18/10).

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(yld/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT