MAKI Minta MA Nonaktifkan Hakim Agung Gazalba Saleh Tersangka KPK

ADVERTISEMENT

MAKI Minta MA Nonaktifkan Hakim Agung Gazalba Saleh Tersangka KPK

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 05:15 WIB
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendatangi gedung KPK. Kedatangannya untuk beri bukti tambahan terkait pelanggaran kode etik Ketua KPK, Firli Bahuri.
Boyamin Saiman (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta Mahkamah Agung (MA) segera menonaktifkan Hakim Agung Gazalba Saleh. Boyamin menyebut Gazalba telah menjadi tersangka KPK seperti Hakim Agung Sudrajad Dimyati.

"Sebagai persamaan keadilan maka semestinya Gazalba dinonaktifkan sebagaimana terjadi pada Sudrajad Dimyati yang telah dinonaktifkan setelah status tersangka di KPK," kata Boyamin kepada wartawan, Senin (28/11/2022).

Boyamin menilai MA adalah benteng keadilan. Karena itu, dia meminta agar tidak ada perlakukan yang berbeda kepada hakim agung yang menjadi tersangka.

"Soal Gazalba belum ditahan adalah bukan alasan yang layak. Semestinya MA menonaktifkan Gazalba karena MA adalah benteng keadilan, tidak boleh berbeda beda dengan Sudrajad Dimyati," katanya.

Menurut Boyamin, Gazalba bisa diaktifkan kembali jika status tersangkanya gugur. Dia menilai Gazalba yang masih aktif sebagai Hakim Agung, MA terkesan pilih kasih.

"Toh nanti jika ada putusan bebas maka bisa diaktifkan lagi, tapi sementara tersangka maka harusnya nonaktif. MA akan terkesan diskriminatif atau pilih kasih," katanya.

Mahkamah Agung (MA) belum mencopot hakim agung Gazalba Saleh dari kursinya setelah menjadi tersangka korupsi, menyusul koleganya hakim agung Sudrajat Dimyati.

KPK telah resmi mengumumkan hakim agung Gazalba Saleh (GS) sebagai tersangka korupsi. Gazalba terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa suap pengurusan perkara di lingkungan Mahkamah Agung (MA).

"Dari pengumpulan berbagai informasi maupun bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa hasil penyidikan dari perkara yang menjerat Hakim Sudrajad Dimyati, sehingga KPK meningkatkan status perkara ini ke penyidikan dengan mengumumkan tersangka, GS Hakim Agung pada Mahkamah Agung RI," kata Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers, Senin (28/11).

Namun hingga saat ini Gazalba Saleh belum memenuhi panggilan KPK. Oleh karena itu, KPK mengimbau agar kooperatif terhadap panggilan penyidik KPK.

"KPK mengimbau GS untuk kooperatif hadir sesuai dengan jadwal pemanggilan yang segera akan dikirimkan Tim Penyidik," tutupnya.

KPK mengumumkan secara resmi status Hakim Agung Gazalba Saleh menjadi tersangka korupsi. Diduga Gazalba Saleh menerima suap sebesar Rp 2,2 miliar untuk memenjarakan pengurus KSP Intidana.

"Terkait proses hukum yang dihadapi GZ setelah KPK menetapkan dan mengumumkan sebagai tersangka, kami banyak menerima pertanyaan dari wartawan/media yang menanyakan tindaklanjutnya seperti apa, apakah langsung penonaktifan? Apa tanggapan MA sehubungan dengan hal tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami menjawab bahwa MA akan mengambil sikap nanti pada waktunya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata jubir MA Andi Samsan Nganro kepada wartawan, Senin (28/11).

(lir/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT