Agus Nurpatria Ragukan Pengakuan Richard Nembak 5 Kali tapi Ada 7 Luka

ADVERTISEMENT

Agus Nurpatria Ragukan Pengakuan Richard Nembak 5 Kali tapi Ada 7 Luka

Zunita Putri - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 15:18 WIB
Sidang Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Maruf
Sidang Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf (Wilda Nufus/ detikcom)
Jakarta -

Mantan Kaden A Ropaminal, Kombes Agus Nurpatria, mengaku sempat curiga atas pengakuan Bharada Richard Eliezer (Bharada E) di awal-awal ketika mengaku Eliezer menembak usia peristiwa pelecehan. Agus curiga terhadap tujuh luka tembakan di tubuh Yosua.

Hal itu disampaikan Agus saat bersaksi dalam perkara kasus pembunuhan Yosua di PN Jaksel, Senin (28/11/2022). Untuk diketahui, Agus adalah salah satu terdakwa dalam kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan Yosua.

Agus mengaku pada 8 Juli 2022 malam dia memeriksa Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf atas perintah Brigjen Hendra Kurniawan di ruangannya. Saat ketiga orang itu diperiksa, Ferdy Sambo sempat datang ke ruangan Agus dan menemui salah satu terdakwa.

"Pak Ferdy Sambo datang, Pak Ferdy Sambo datang ketemu Ricky atau Richard kita nunggu di lobi pemeriksaan, kira-kira 10-15 menit Pak Ferdy Sambo keluar ketemu saya, beliau sampaikan pertama terpukul atas peristiwa tembak menembak yang diawali pelecehan, kemudian (memerintahkan) agar pemeriksaan sementara dilanjutkan biro paminal. Setelah itu kami diperintahkan Pak Hendra 'Gus normatif aja', kemudian kami dalami peran pak Kuat, Ricky, Richard," kata Agus dalam sidang.

Agus mengatakan, saat memeriksa Ricky dan Richard, dia meminta Ricky dan Richard menggambar sketsa TKP penembakan Yosua. Agus mengatakan ada hal yang membuat dia curiga dari kesaksian Richard.

"Di awal Richard sudah jelaskan ruang kamar bu PC di belakangnya Richard, kemudian tangga di depannya, pintu dapur sebelah kiri. Richard juga ceritakan gimana awal kejadiannya, Kuat dan Ricky juga. Setelah saya dapat gambaran, baru kita mulai peragaan, setelah itu baru kami minta anggota periksa kepada Pak Kuat, Richard, Ricky," jelas Agus.

Hal yang dia curigai adalah laporan hasil autopsi sementara dengan pengakuan Richard.

"Sebagaimana dikatakan Arif (AKBP Arif Rachman) memang benar kami terima foto hasil autopsi sementara. Yang meragukan saya adalah ketika di keterangan awal Pak Richard yakin keluarkan 5 tembakan, tapi di hasil autopsi sementara ada 7 luka tembak masuk, dan 6 luka tembak keluar," ungkap Agus.

"Apa yang membuat saudara bingung?" tanya hakim ketua.

"Karena Richard kan nembak lima, kenapa ada tujuh. Saya laporkan ke Hendra (Hendra Kurniawan), katanya 'coba Gus pastikan lagi', karena Richard yakin tembakannya 5 kali," jawab Agus.

Dalam persidangan ini, Agus juga menyerahkan bukti laporan hasil autopsi yang dikeluarkan RS Polri. Selain itu, sketsa Richard dan Ricky saat diperiksa diserahkan ke hakim.


Alibi Richard Eliezer Saat Itu

Lebih lanjut, Agus mengaku sempat bertanya ke Richard perihal kecurigaannya itu. Menurut Richard Eliezer saat itu, lanjut Agus, luka lebih di tubuh Yosua itu karena peluru yang meleset.

"Berdasarkan keterangan apa terkait lima tembakan?" tanya hakim.

"Saat itu saya sempat koordinasi sama Pak Richard apa mungkin? Katanya mungkin 5 tembakan mengakibatkan 7 luka masuk karena ada luka di kelingking dan lain-lain. Pak Richard juga mengatakan waktu menembak dia mengikuti posisi Yosua, karena Richard bilang Yosua sudah sempoyongan dan dia mengikuti Yosua sampai tergeletak," pungkas Agus.

Duduk dalam sidang ini terdakwanya adalah Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Eliezer didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(zap/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT