Survei Indikator: Pemerintah Dinilai Baik soal Jaga Keamanan Nasional

ADVERTISEMENT

Survei Indikator: Pemerintah Dinilai Baik soal Jaga Keamanan Nasional

Dwi Rahmawati - detikNews
Minggu, 27 Nov 2022 21:48 WIB
Aparat TNI, Polisi, Dishub DKI Jakarta, dan Satpol PP menggelar patroli skala besar untuk mengantisipasi teror (Andhika Prasetya/detikcom)
Foto: Ilustrasi. Aparat TNI, Polisi, Dishub DKI Jakarta, dan Satpol PP menggelar patroli skala besar untuk mengantisipasi teror (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta -

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) mengapresiasi kinerja pemerintah Jokowi dalam menstabilkan ekonomi hingga kondisi keamanan nasional. Salah satunya di bidang keamanan nasional.

"Keamanan naiknya sangat positif, lebih banyak yang mengatakan baik ketimbang yang mengatakan buruk. Jadi apresiasi kepada pemerintah dan jajaran yang bertanggung jawab di bidang keamanan," papar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam diskusi via virtual, Minggu (27/11/2022).

Kondisi keamanan yang baik disebut terbukti dari gelaran KTT G20 di Bali yang dinilai berjalan baik. Lantaran kondisi yang aman, lanjut dia, pemimpin dunia pun tak cemas untuk turun ke jalan. Ia mencontohkan sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang jalan kaki di Bali.

"Makanya waktu kemarin kita melakukan KTT gitu ya, banyak pemimpin dunia yang bersedia datang bahkan jalan-jalan ya di Bali sana. Seperti Macron ya, itu menunjukkan bahwa publik juga mengapresiasi. Ini menunjukkan publik tidak hitam putih menilai pemerintah," kata dia.

Tren Perbaikan Ekonomi

Burhanuddin menyebut, meski kondisi ekonomi nasional buruk, tapi tren menunjukkan perbaikan.

"Meski banyak yang mengatakan kondisi ekonomi nasional buruk tapi trennya ini menunjukkan recovery. Ini warna merah (bagan) yang mengatakan buruk konsisten turun dibanding dua tahun yang lalu," kata Burhanuddin.

Burhanudin mengulas balik kondisi ekonomi Indonesia pada 2020 silam saat pandemi. Ia menyebut meski kondisi ekonomi sekarang menurun, tetapi batas inflasinya masih diambang normal.

"Waktu bulan Mei 2020 kita rilis saat itu ekonomi nasional betul-betul gelap gulita, 81% masyarakat mengatakan buruk. Sekarang tinggal total 34,5% ada penurunan, tetapi yang mengatakan buruk itu meningkat dibanding bulan Agustus-September mungkin setelah kenaikkan harga BBM ya," tutur Burhanudin.

"Tapi lagi-lagi masih bisa dikontrol karena inflasi yang disebabkan kenaikkan harga BBM masih di bawah 6%. Tetapi ini harus jadi kewaspadaan buat pemerintahan Pak Jokowi, terutama di jajaran ekonomi," sambungnya.

Adapun lembaga Indikator Politik melakukan survei pada 30 Oktober-5 November 2022 dengan melibatkan 1.220 responden dari semua provinsi di seluruh Indonesia. Metode survei menggunakan multistage random sampling. Margin of error survei +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Saat responden ditanyai kondisi keamanan nasional saat ini. Mayoritas, sebanyak 53,3% menilai baik, sementara 1,8% menyebut sangat baik.

(isa/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT