Misteri Kematian Keluarga Kalideres: Mumifikasi dan Temuan Feses

ADVERTISEMENT

Misteri Kematian Keluarga Kalideres: Mumifikasi dan Temuan Feses

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Nov 2022 13:55 WIB
Misteri kematian keluarga Kalideres terbaru
Misteri kasus kematian keluarga Kalideres terbaru | Foto: Dok. detikcom
Jakarta -

Misteri kematian keluarga Kalideres terbaru mulai temui titik terang. Polisi menemukan beberapa fakta terbaru misalnya terkait jasad yang alami mumifikasi hingga temuan soal feses yang diteliti forensik.

Meski demikian, perihal penyebab dan motif pasti kematian empat orang keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, masih menjadi misteri. Hingga kini polisi masih belum mengambil kesimpulan dan terus lakukan penyelidikan lebih lanjut.

Diketahui polisi telah melakukan autopsi terhadap empat jasad keluarga Kalideres. Polisi juga mengundang sejumlah ahli forensik untuk meneliti penyebab tewasnya sekeluarga di Kalideres.

Berikut ini temuan-temuan terbaru terkait misteri kematian keluarga Kalideres yang dirangkum detikcom, Minggu (28/11/2022).

Anak Meninggal Terakhir dan Jasad di Samping Ibu

Terkait misteri kasus kematian keluarga Kalideres terbaru telah diungkap Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban Dian Febbyana (42) diduga meninggal terakhir.

"Dugaan kuat yang meninggal terakhir adalah Dian, putri Rudiyanto dan Reni Margaretha," kata Hengki Haryadi, Sabtu (26/11).

Hengki mengatakan jasad Dian ditemukan di dalam kamar yang terkunci dari dalam. Kondisi jasad Dian berada di sebelah jasad ibunda, Renny Margaretha (68), sambil memeluk guling.

"Dan jenazah Dian ada di sebelahnya sambil memeluk guling. Dan kamar di kunci dari dalam," ungkap Hengki.

Misteri kematian keluarga Kalideres terbaruMisteri kasus kematian keluarga Kalideres terbaru | Foto: (Rumondang Naibaho/detikcom)

Jasad Ibu Keluarga Kalideres Mengalami Mumifikasi

Temuan lainnya terkait kasus kematian keluarga Kalideres terbaru, disebutkan bahwa kondisi jasad sang ibu, Renny Margaretha (68), mengalami mumifikasi. Hal ini disimpulkan dari kondisi jasad Margaretha yang terlihat terawat.

"Pada saat di TKP, posisi Dian adalah di dalam kamar bersama jenazah ibunya yang sudah terjadi mumifikasi, terlihat terawat," kata Hengki.

Hengki juga mengungkapkan alas tidur tempat jenazah ibu keluarga Kalideres itu ditemukan dalam kondisi rapi. "Maksudnya alas tidurnya rapi, kasurnya rapi. Ada kain di bawah jenazah ibunya," ungkapnya.

Saat ditanya apakah kemungkinan Dian yang merawat jasad ibunda hingga akhir hayat, Hengki Haryadi enggan berspekulasi. Ia mengatakan pihaknya masih menyelidiki secara mendalam terkait temuan ini bersama tim ahli forensik.

"Nanti yang simpulkan ahli psikologi forensik. Namun penyelidikan kami secara deduktif, Dian sangat dekat dengan ibunya," imbuh Hengki Haryadi.

Ibu Keluarga Kalideres Sudah Meninggal Sejak Mei

Diketahui, ibu keluarga Kalideres sudah meninggal sejak Mei 2022 lalu. Hal ini berdasarkan pengakuan seorang saksi yang merupakan pegawai koperasi simpan pinjam. Ia juga mengaku sempat melihat dan memegang mayat tersebut.

Pada 13 Mei 2022 lalu, si pegawai koperasi simpan pinjam datang ke rumah di Kalideres, Jakarta Barat, untuk memproses gadai rumah itu. Dia dipandu oleh Budianto, yang belakangan juga sudah meninggal, termasuk salah satu mayat yang mengering di rumah itu.

Pegawai koperasi mengecek sertifikat rumah yang hendak digadaikan dengan atas nama Ibu Reny Margaretha. Budianto menyatakan Ibu Reny sedang tidur di kamar, pegawai tersebut lantas diajak masuk ke kamar.

Pegawai koperasi itu sebelumnya sudah mencium bau busuk begitu masuk rumah itu, namun bau dari kamar ini cenderung lebih busuk lagi. Begitu dia masuk kamar, Budianto mencegah pegawai koperasi itu untuk menghidupkan lampu. Pegawai koperasi lalu mencoba membangunkan si ibu di dalam kamar itu dengan memegang tubuhnya.

"Pada saat dibangunkan untuk mengecek sertifikat ini, dipegang-pegang ini agak gembur, agak curiga," kata Hengky.

Karena kamar gelap, si pegawai koperasi menghidupkan lampu flash di ponselnya tanpa sepengetahuan Budianto. "Pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash HP-nya. Langsung dia teriak, 'Allahu Akbar! Ini sudah mayat!" kata Hengky.

Misteri kasus kematian keluarga Kalideres terbaruMisteri kasus kematian keluarga Kalideres terbaru | Foto: dok. detikcom

Temuan Feses di Tubuh Korban Diteliti Ahli Forensik

Dalam proses penyelidikan kasus kematian keluarga Kalideres terbaru, polisi juga telah melakukan autopsi empat jasad keluarga tewas 'mengering' itu. Saat ini tim kedokteran forensik tengah meneliti temuan feses di tubuh para korban.

"Sebagai contoh ya kemarin, berdasarkan keterangan kedokteran forensik, kita menemukan feses," kata Hengki.

Hengki mengatakan temuan feses itu tengah diteliti oleh para ahli. Tim dokter forensik sedang meneliti kandungan yang terdapat pada feses para korban.

"Ini kita harus teliti di laboratorium ini mengandung apa, kan harus diteliti lagi," katanya.

Hasil penelitian itulah yang akan mengungkap penyebab kematian keluarga di Kalideres.

Simak Video: Saksi Mata: Misteri Kematian Satu Keluarga di Kalideres

[Gambas:Video 20detik]




(wia/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT