Purnawirawan Polisi Tabrak Mahasiswa UI: Kronologi hingga Gelar Perkara

ADVERTISEMENT

Purnawirawan Polisi Tabrak Mahasiswa UI: Kronologi hingga Gelar Perkara

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Nov 2022 12:30 WIB
Purnawirawan Polisi Tabrak Mahasiswa UI
Ilustrasi - Kasus Purnawirawan Polisi Tabrak Mahasiswa UI | Foto: Dok.detikcom
Jakarta -

Kasus purnawirawan polisi tabrak mahasiswa UI hingga kini masih diselidiki polisi. Diketahui, seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Muhammad Hasya Attalah Syaputra (18) tewas ditabrak mobil Pajero milik seorang purnawirawan polisi inisial ESBW.

Kecelakaan itu terjadi pada 6 Oktober 2022, di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan (Jaksel). Kasus ini mencuat usai keluarga korban curhat di media sosial. Diketahui, pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut sejak 7 Oktober 2022 lalu.

Keluarga merasa belum ada tindak lanjut terhadap purnawirawan polisi inisial ESBW terkait kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI tersebut. Namun, pihak kepolisian menyatakan kasus tersebut tetap diusut secara profesional.

Berikut ini fakta-fakta yang diketahui sejauh ini terkait kasus purnawirawan polisi tabrak mahasiswa UI hingga tewas.

Purnawirawan Polisi Tabrak Mahasiswa UI Hingga Tewas

Menurut keterangan ayah korban, Adi Syaputra, peristiwa kecelakaan terjadi pada 6 Oktober 2022. Saat itu korban dalam perjalanan pulang dari kampus menuju kosan. Korban kemudian tertabrak mobil Pajero.

"Dia naik motor pulang ke kosan iring-iringan naik motor sama temennya. Tiba-tiba kayak ada yang melintas ke kanan lalu almarhum ngerem mendadak terus mengarah ke kanan. Dia buang ke kanan itu ada mobil dari depan mobil Pajero itu," kata Adi, Jumat (25/11).

Purnawirawan Polisi Tabrak Mahasiswa UIIlustrasi Kasus Purnawirawan Polisi Tabrak Mahasiswa UI Hingga Tewas | Foto: detikcom/Ilustrasi/Thinkstock

Purnawirawan Polisi Menolak Bantu Korban ke RS

Menurut Adi, purnawirawan polisi itu menolak membantu korban ke rumah sakit. Korban pun dilarikan ke rumah sakit setelah terkapar sekitar 30 menit.

"Yang paling saya herankan dia kan pensiunan perwira menengah kok bisa berperilaku seperti itu. Dipintain tolong bawa ke rumah sakit aja nggak mau. Saya juga heran ini perwira loh," tambahnya.

Saat di rumah sakit, Adi mengaku bertemu dengan purnawirawan polisi itu. Adi merasa kecewa akan sikap purnawirawan polisi itu.

"Jadi pada saat kami datangi ke rumah sakit kami bertemu saya tanya mana yang nabrak ya tapi sifatnya bener-bener kaya orang yang tidak bersalah. Dijawab 'saya yang nabrak' dengan gayanya dia," terang Adi.

Kronologi Mahasiswa UI Ditabrak Pajero Purnawirawan Polisi

Sementara menurut keterangan polisi, kecelakaan bermula saat korban menghindari genangan air di lokasi kejadian. Pada saat bersamaan datang mobil Mitsubishi Pajero yang dikendarai purnawirawan polisi ESBW.

"Pemotor hindari genangan air. Jadi ngerem mendadak dia goyang, berbarengan dengan badan dia kena mobil pas lewat si Pajero," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Joko Sutrisno, Sabtu (26/11).

Kedua kendaraan tersebut berada di jalurnya masing-masing. Joko mengatakan bahwa motor yang dikendarai korban mengambil sedikit jalur ke kanan. "Iya sama sama di jalur masing-masing justru malah si motor ambil jalur ke kanan," ucapnya.

Purnawirawan Polisi ESBW Dikenai Wajib Lapor

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Joko Sutriono mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk purnawirawan polisi inisial ESBW yang menabrak mahasiswa UI. Saat diperiksa, ESBW pun disebut kooperatif.

"Sudah (diperiksa). Saya juga sudah ngomong sama Pak Kapolres si pengemudi Pajero itu tetap kooperatif," kata Joko, Sabtu (26/11).

Joko menambahkan purnawirawan polisi inisial ESBW dikenai wajib lapor setiap Hari Kamis. "Diperiksa, malah dia lakukan wajib lapor absensi mingguan. Wajib lapor setiap hari Kamis," kata Joko.

Sejauh ini, sudah ada lima orang saksi yang diperiksa, termasuk teman korban yang naik motor di belakangnya.

detikcom telah menghubungi ESBW untuk meminta tanggapan terkait kejadian ini. ESBW mengatakan kasus tersebut saat ini masih ditangani. "Sudah dalam proses oleh laka (wilayah) Jaksel," singkat ESBW.

Keluarga Korban dan Pelaku Sempat Mediasi tapi Buntu

Keluarga korban dan pelaku yang merupakan purnawirawan polisi sempat melakukan mediasi usai melaporkan kasus tersebut pada 7 Oktober 2022. Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Joko Sutriono menyebut pihaknya menunggu proses mediasi yang dilakukan keluarga korban dan pelaku.

"Bukan nggak ada tindak lanjutnya. Si pihak korban dan keluarga tetap maunya 'tunggu, Pak, saya maunya mediasi dulu'," kata Joko, Sabtu (26/11).

Joko mengatakan selama proses mediasi berjalan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi. Purnawirawan polisi inisial ESBW selaku pelaku juga telah diperiksa.

Menurut Joko, mediasi keluarga korban dan pelaku tidak menemukan titik temu. "Mediasi, mediasi nggak ada titik temu sampai keluarga korban men-share tidak ada tindak lanjut dari polisi, padahal salah. Kita sebenarnya pengin cepet-cepet. Kalau sudah selesai, ya sudah selesai. Dari pihak keluarga korban sama pengemudi Pajero kalau sudah ada titik temu, selesai," katanya.

Polisi Libatkan Ahli-Propam dalam Proses Penyelidikan

Polisi pun melibatkan tim ahli dalam proses penyelidikan kasus purnawirawan polisi tabrak mahasiswa UI hingga tewas.

"Nanti kita undang dari ahli, Gakkum, dan Propam biar tahu kita sudah tangani masalah ini sesuai SOP. Bukan kita mendiamkan," kata Joko.

Pihak UI Minta Kasus Diusut Transparan

Pimpinan dan Keluarga Besar FISIP UI berharap kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI diusut secara transparan. Muhammad Hasya Attalah Syaputra (18) merupakan mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI.

"Pimpinan dan keluarga besar FISIP UI mendorong upaya maksimal dari para pihak berwajib untuk menangani dan menyikapi kasus kecelakaan ini dengan bijaksana, transparan, sungguh-sungguh, dan sebenar-benarnya sesuai prosedur yang berlaku, demi menegakkan keadilan bagi keluarga dan kita semua yang ditinggalkan," tulis Pimpinan dan Keluarga Besar FISIP UI di akun Instagram, Sabtu (26/11).

Polisi Gelar Perkara Senin 28 November 2022

Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Suharno mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait kasus itu. Suharno menyebut, kronologi kasus purnawirawan polisi tabrak mahasiswa UI hingga tewas itu akan diungkap pada gelar perkara awal pekan depan.

"Kalau nggak Senin atau Selasa digelar. Faktanya nanti ada di hari Senin atau Selasa nanti kita gelar," kata Suharno, Sabtu (26/11).

Simak juga Video: Akhir Pelarian Ayah di Jombang Usai Tabrak Lari Anak Sendiri

[Gambas:Video 20detik]



(wia/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT